Rabu, 21 November 2018

Film Marlina Raih Penghargaan Asian World Film Festival 2018

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adegan dalam film

    Adegan dalam film "Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak."Cinesurya

    TEMPO.CO, Jakarta - Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak yang dibintangi Marsha Timothy sukses meraih penghargaan Asian World Film Festival (AWFF) 2018 yang berlangsung di Culver City, California, Amerika Serikat.

    Film yang dalam bahasa Inggris berjudul Marlina The Muderer in Four Acts garapan sutradara Mouly Surya itu sukses meraih penghargaan juri khusus atau Snow Leopard Special Jury Award di AWFF tahun ini, yang diumumkan, pada Jumat (2/11/2018) waktu setempat.

    Penghargaan bergengsi untuk film karya anak bangsa itu diserahkan oleh Silvia Bizio dan Kimberly Cheng kepada Konsul Jenderal Republik Indonesia Simon D.I. Soekarno, menurut pengumuman resmi AWFF.

    Dalam penghargaan juri AWFF ini Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak berhasil lolos menjadi salah satu dari tujuh yang terbaik di antara 17 film yang dikompetisikan.Marsha Timothy. Tempo/Ratih Purnama

    Bersama Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak adalah film Rusia The Lord Eagle, Yakutia karya sutradara Eduard Novikov dinobatkan sebagai film terbaik atau Snow Leopard Best Film.

    Adapun penghargaan aktor terbaik diraih Akylbek Abdykalykov dari Kirgiztan dalam film Night Accident. Untuk sutradara baru terbaik direbut Konstantin Khabenakiy asal Rusia dalam film Sobibor.

    Emir Baigazin dari Kazakhstan mendapatkan penghargaan sebagai sutradara dan sinematografer terbaik untuk film The River.

    Baca: Film Marlina Wakili Indonesia di Oscar 2019

    Untuk kategori film terbaik pilihan audiens atau Audience Award terpilih film Singapura berjudul Buffalo Boys arahan sutradara Mike Wiluan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.