Rabu, 21 November 2018

A Man Called Ahok Segera Tayang di Bioskop, Tak Bicara Politik

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film A Man Called Ahok. Istimewa

    Film A Man Called Ahok. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kisah perjuangan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama yang tertuang dalam buku berjudul A Man Called Ahok: sepenggal kisah perjuangan & ketulusan yang ditulis Rudi Valinka, akan tayang di layar lebar mulai 8 November 2018.

    Film ini lebih menceritakan tentang kehidupan Ahok mulai dari masa kecil hingga dewasa. Karakter Ahok akan diperankan oleh dua orang, yakni Daniel Mananta sebagai Ahok dewasa, dan Eric Febrian sebagai Ahok muda.

    Karakter ayah Ahok juga akan diperankan oleh dua orang, yakni Denny Sumargo sebagai Kim Nam muda, dan aktor Malaysia, Chew Kin Wah, sebagai Kim Nam tua. Sementara karakter ibu Ahok, yakni Buniarti Ningsih, akan diperankan oleh Eriska Rein dan Sita Nursanti.

    Saat melakukan media visit ke kantor Tabloidbintang.com, Daniel Mananta, Eriska Rein, dan Denny Sumargo menjelaskan jika film ini akan lebih menekankan pada hubungan keluarga, tepatnya kedisiplinan ayah Ahok sehingga menciptakan karakter seorang Ahok seperti yang saat ini dikenal banyak orang.Putra Ahok, Nicolas Sean (empat dari kiri), berfoto dengan para pemeran film A Man Called Ahok dalam peluncuran teaser film tersebut di XXI Metropole Cinema, Jakarta, Kamis, 6 September 2018. Film ini dibintangi Daniel Mananta, Chew Kin Wah, Sita Nursanti, Denny Sumargo, Donny Damara, Eriska Rein, Ferry Salim, dan masih banyak lagi. TEMPO/Nurdiansah

    "Basically film ini tentang hubungan seorang ayah dan anak, Bagaimana pengorbanan seorang ayah dan mungkin ajaran-ajaran kedisiplinan yang diajarkan pada anaknya sehingga anaknya ini menjadi seorang pak ahok yang kita kenal sekarang," ujar Daniel Mananta di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 29 Oktober 2018.

    "Intinya yang pasti ini film tidak berbicara tentang politik, ini berbicara tentang parenting terus bicara tentang bagaimana keluarga Ahok yang ada di belitung, sosok keluarganya, background keluarganya, drama keluarganya sehingga menghasilkan pak Ahok yang kita kenal seperti sekarang," timpal Denny Sumargo.

    Eriska Rein berharap film A Man Called Ahok dapat diterima semua kalangan. "Yang pasti kita melakukan proses syuting yang solid, semua kru dan all cast yang luar biasa team work-nya, dengan niat yang baik semoga film A man Called Ahok ini terima seluruh masyarakat Indonesia dan sampai juta-jutaan (penonton)," kata Eriska Rein.Daniel Mananta menjadi pemeran Ahok dalam film A Man Called Ahok di XXI Metropole Cinema, Jakarta, Kamis, 6 September 2018. Film ini disadur dari buku karangan Rudi Valinka dengan judul yang sama. TEMPO/Nurdiansah

    Sementara Daniel Mananta berharap film ini dapat memberikan inspirasi sehingga dapat melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang memiliki integritas

    Baca: Daniel Mananta Mendadak Ketemu Ahok Pas Syuting A Man Called Ahok

    "Mudah-mudahan orang yang nonton film ini mereka terinspirasi. Dan kita akhirnya melahirkan lebih banyak lagi leader-leader yang mempunya nilai-nilai yang didapatkan dari film ini, seperti punya prinsip, takut sama Tuhan, kedisiplinan, passion sama keberanian untuk mengatakan kebenaran. Jadi dari situ generasi yang akan datang, ketika mereka memiliki nilai-nilai tersebut mereka sendiri akan menjadi leader yang sangat berintegritas," tutur Daniel Mananta.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.