Rabu, 21 November 2018

Bohemian Rhapsody, Sepinya Dunia Freddie Mercury

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Adegan personel Queen saat mengisi acara musik amal terbesar Live Aid di Wembley Stadium tahun 1985. (Twentieth Century Fox Films)

    Adegan personel Queen saat mengisi acara musik amal terbesar Live Aid di Wembley Stadium tahun 1985. (Twentieth Century Fox Films)

    TEMPO.CO, JakartaBohemian Rhapsody dimulai dari konser Live Aid, di Wembley Stadium tahun 1985. Tanpa menyorot utuh sosok Freddie Mercury, sang vokalis legendaris itu. Hanya selintas pergerakannya dari bangun tidur, kaki yang melintas di antara kucing-kucing di sebuah rumah mewah, sampai ia hadir di hadapan penonton yang disorot dari balik punggungnya.

    Lalu kita diajak mundur, ke kehidupan seorang pria muda, Farrokh Bulsara (Rami Malek) seorang porter di Bandara Internasional Heathrow. Di Inggris, Farrokh dan keluarganya adalah imigran Parsi-India dari Zanzibar. Revolusi Zanzibar di tahun 1964—ribuan orang Arab dan India tewas dibunuh—mendorong keluarga ini pindah ke Middlesex, Inggris.

    Farrokh digambarkan tak ingin hanya dipandang sebagai seorang imigran ditambah lagi ayahnya yang cukup konservatif. Farrokh yang cukup gemulai itu merupakan lulusan desain, dandanannya nyentrik, geraknya luwes, di sela pekerjaannya sebagai porter, ia doyan menulis lagu, menyanyi, menikmati musik di klub.

    Di satu malam, anak muda itu begitu percaya diri, menyodorkan selembar kertas lagu buatannya kepada gitaris band Smile, Brian May (Gwilym Lee) dan drumer Roger Taylor (Ben Hardy). Malam itu Brian May dan Roger yang baru saja kehilangan vokalis hanya meringis melihat kehadiran Farrokh Bulsara di hadapan mereka. Di malam yang sama Farrokh pun beraksi, mengeluarkan kemampuan vokalnya yang unik. Mereka bersepakat lalu merekrut John Deacon (Joseph Mazzello) sebagai pembetot bass.

    Adegan personel Queen saat melakukan proses rekaman album dalam film Bohemian Rhapsody. (Twentieth Century Fox Films)

    Penampilan pertama Farrokh di klub bersama Smile saat itu sempat diragukan, tapi toh rupanya ia punya kepercayaan diri yang tinggi. Bahkan ia berseloroh, empat gigi seri tambahan di dalam mulutnya memberi ruang tambahan  yang membuat suaranya spesial.

    Kita singkat lagi, band Smile mulai dapat perhatian, komposisi terbarunya perlahan menggiring keempat pemuda yang sebetulnya punya latar belakang pendidikan tinggi. Misal Brian May lulusan doktor astrofisika, atau Roger Taylor yang mengenyam pendidikan kedokteran gigi, kemudian beralih ke biologi. Hal itu juga sempat disinggung dalam sebuah adegan sebelum band ini ditinggalkan Freddie untuk bersolo karier.

    Berikutnya, Lahirnya Queen dan Freddie Mercury


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.