Personel God Bless Donny Fatah Sempat Alami Penerbangan Buruk

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Donny Fatah, bassis God Bless menghadiri konferensi pers jelang Konser Panggung Sandiwara God Bless di Hard Rock Cafe, Jakarta, 3 Agustus 2015. TEMPO/Nurdiansah

    Donny Fatah, bassis God Bless menghadiri konferensi pers jelang Konser Panggung Sandiwara God Bless di Hard Rock Cafe, Jakarta, 3 Agustus 2015. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian Anda yang memilih moda transportasi pesawat udara untuk bepergian mungkin pernah mengalami hal buruk selama penerbangan, entah itu turbulensi atau gagal take off. Kejadian ini juga pernah dialami Donny Fattah, bassis band rock God Bless

    "Turbulensi sering merasakan selama sekian puluh tahun tur. Pernah mau take off mau ke Medan, tiba-tiba berhenti pesawatnya. Karena katanya ada masalah rem. Kalau dipaksakan berangkat, dikhawatirkan bermasalah. Itu tahun 1980-an," kata Donny di Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018.

    Sekalipun tak menampik dirinya merasa khawatir bila kejadian semacam itu kembali dia alami di masa mendatang, Donny memilih pasrah pada Yang Maha Kuasa. 

    "Ada yang shock, ya kami anggap itu resiko kami dalam bekerja. Khawatir iya sebagai manusia biasa. Tetapi karena pekerjaan, kami serahkan semua pada Allah," tutur dia. 

    Gangguan dalam dunia penerbangan bukan sekali dua kali terjadi di tanah air. Kabar terkini ialah jatuhnya pesawat milik maskapai Lion Air di sekitar perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin pagi ini. 

    Baca: Rayakan 45 Tahun, God Bless Gelar Konser Berkonsep Digital

    Pesawat dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta menuju Pangkalpinang itu hilang kontak sekitar pukul 06.33 WIB. Pesawat yang mengangkut penumpang sebanyak 178 orang tersebut mengalami kecelakaan setelah 13 menit mengudara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.