Rabu, 21 November 2018

Ubud Writers Festival, Greenpeace Indonesia Gelar Nobar Film BLUE

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana saat menonton film dokumenter berjudul BLUE dalam acara Ubud Writers and Readers Festival, Sabtu, 27 Oktober 2018. (Dokumentasi Ubud Writers and Readers Festival)

    Suasana saat menonton film dokumenter berjudul BLUE dalam acara Ubud Writers and Readers Festival, Sabtu, 27 Oktober 2018. (Dokumentasi Ubud Writers and Readers Festival)

    TEMPO.CO, Ubud -Greenpeace Indonesia mengadakan pemutaran film dokumenter berjudul BLUE dalam rangkaian acara Ubud Writers and Readers Festival. "Greenpeace ambil inisiatif membawa pemikiran yang lebih luas," kata Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak, Sabtu, 27 Oktober 2018.

    BLUE menceritakan tentang permasalahan laut, seperti polusi limbah plastik di lautan. Film berdurasi 76 menit tersebut menyuguhkan gambaran tentang pencemaran plastik yang meracuni biota dalam rantai makanan ekosistem laut.

    Leonard menjelaskan bahwa film produksi Northern Pictures tersebut kali pertama diputar untuk publik di Indonesia. Menurut Leonard, pemutaran film BLUE di Ubud Writers and Readers Festival karena sesuai dengan tema yang diusung Jagaditha: The World We Create.

    Namun, menurut dia, polusi laut merupakan isu besar yang perlu disampaikan. "Kami ingin membangun kesadaran publik. Laut bagian dari semesta," tuturnya.

    Selain di Ubud Writers and Readers Festival, BLUE juga akan diputar saat Our Ocean Conference yang berlangsung di Nusa Dua, pada 29-30 Oktober 2018. "Kami mau coba membawa film ini ke mana-mana, tapi memang bertahap," kata Leonard.

    Baca: Ubud Writers and Readers Festival dan Kemunculan Penulis Muda

    Pemutaran film BLUE juga disertai dengan sesi diskusi bertema 'Protect Our Oceans'. Sesi tersebut menghadirkan pembicara Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara Yeb Sano, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bali I Made Juli Untung Pratama, dan dosen filsafat Universitas Indonesia Saras Dewi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.