Selasa, 24 September 2019

Sinead O'Connor Masuk Islam, Pernah Curhat tentang Kondisi Mental

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sinead O'Connor. Twitter

    Sinead O'Connor. Twitter

    TEMPO.CO, Jakarta -Sinead O'Connor tengah menjadi sorotan publik setelah memutuskan meninggalkam Katolik dan memeluk Islam. Sinead mengumumkan keputusan tersebut lewat akun Twitternya pada 19 Oktober 2018.

    Keputusan penyanyi berkepala pelontos yang pernah populer lewat single Nothing Copares 2 U pada 1990 ini mengejutkan banyak orang. Namun, bukan kali ini saja perempuan kelahiran 8 Desember 1966 ini menjadi sorotan publik.

    Sepanjang kariernya di industri musik, Sinead O'Connor yang berganti nama menjadi Shuhada' Davitt kerap mengundang kontroversi dengan pandangan-pandangan politiknya.

    Pada 1989 misalnya, dia mengumumkan secara publik bahwa dia mendukung Irish Republican Army (IRA). Lalu pada 1990,dia kembali jadi sorotan setelah menolak naik panggung di New Jersey, jika lagu nasinal Amerika “The Star-Spangled Banner” dinyanyikan sebelum konser.

    Setahun kemudian, Sinead memboikot seremoni Grammy dan menolak penghargaan yang dia terima karena komersialisme ekstrim yang ada di Grammy Awards.Penyanyi asal Irlandia Sinead O'Connor dikabarkan menjadi mualaf. Twitter/@magdadavitt77

    Pada 2010, Sinead o'Connor juga pernah meminta umat Katolik memboikot misa hingga ada penyelidikan penuh terhadap peran Vatikan dalam kasus pelecehan anak. Setahun kemudian, giliran pernikahannya dengan terapis Barry Herridge yang menjadi perhatian karena hanya bertahan 16 hari.

    Sinead O'Connor kembali menjadi pemberitaan setelah mengunggah pesan di akun Facebooknya pada 29 November 2015. Dia mengungkapkan hendak mengakhiri hidupnya dengan cara overdosis. "Dua malam terakhir menghabiskan diri saya. Saya telah melakukan overdosis," tulis O'Connor.

    Seperti dilaporkan People, aparat setempat berhasil menemukan lokasi dan keberadaan Sinead O'Connor sekitar satu setengah jam setelah tulisan diunggah ke Facebook. Setelah ditemukan, Sinead O'Connor mendapatkan penangan medis.

    Dalam tulisannya, penyanyi kelahiran 8 Desember 1966 ini mengungkapkan isi hatinya sebagai wanita yang tidak sanggup lagi menghadapi berbagai hal yang dihadapi saat ini. Juga diungkapkan nama-nama anggota keluarga yang menurutnya telah mengkhianati hidupnya.Foto pernikahan Sinead O'Connor (kanan) dengan Barry Herridge. telegraph.co.uk

    Sinead O'Connor juga menyampaikan sangat membutuhkan pekerjaan dan tempat tinggal. "Saya diperlakukan sangat buruk oleh keluarga, dan saya sulit untuk tetap bertahan hidup."

    Perjuangannya melawan Donal Lunny terkait hak asuh anaknya, Shane (11 tahun), juga disinggung dalam pesan yang disampaikan.

    "Ketika kamu berencana menjauhkan saya dari anak-anak, apakah kalian merencanakan agar saya kehilangan akal atas hal ini? Membuatnya menjadi akhir dari batas kesabaran saya? Jadi bagaimana Anda akan menjelaskan alasan di balik kematian saya? Pastikan Anda menyampaikan kejujuran."

    Bukan pertama kalinya Sinead O'Connor berusaha mengakhiri hidupnya. Sebelumnya Sinead O'Connor pernah memasang tweet bunuh diri pada 2011. Pada 2007, dia mengungkapkan kepada Oprah, telah didagnosis mengidap gangguan bipolar dan mencoba bunuh diri pada ulang tahun ke-33 pada 1999.

    Tekanan mental kembali dialami Sinead O'Connor pada 2017 lalu. Lewat video berdurasi 12 menit yang dia unggah di facebook, Sinead O'Connor menuturkan tengah menderita penyakit mental. bercerita soal kehidupannya sekarang.

    Baca: Sinead O'Connor Masuk Islam, Ini Nama Barunya

    Ia mengaku sudah dua tahun tinggal di motel Travelodge, New Jersey. Sinead O'Connor hidup sendirian dan tidak memiliki siapa-siapa lagi kecuali dokter dan psikiaternya. "Hanya mereka yang membuat saya tetap hidup saat ini," kata Sinead O'Connor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.