Sempat Dekat, Christine Hakim Prihatin Kasus Ratna Sarumpaet

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus hoax Ratna Sarumpaet saat dibawa dari Rumah Tahanan Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan tambahan pada Kamis, 11 Oktober 2018. Tempo/Adam Prireza

    Tersangka kasus hoax Ratna Sarumpaet saat dibawa dari Rumah Tahanan Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan tambahan pada Kamis, 11 Oktober 2018. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Yogyakarta -Aktris senior Christine Hakim mengaku prihatin dengan kasus yang dihadapi Ratna Sarumpaet. Christine Hakim mengenal Ratna Sarumpaet sebagai sahabat sesama seniman.

    Ratna Sarumpaet kini mendekam di ditahan karena ketahuan menyebarkan berita bohong   terkait penganiayaan dirinya.

    "Saya tahu Ratna, tapi sudah lama tak berkomunikasi dengannya, saya prihatin dengan kasus yang menimpanya," ujar Christine disela launching film Dancing in the Rain" di Yogyakarta Kamis 18 Oktober 2018.

    Christine sebagai aktris pernah dekat bahkan terlibat dalam satu film dengan Ratna Sarumpaet saat menggarap sebuah film berjudul Jamila dan Sang Presiden pada 2009 lalu.

    Film drama dari Indonesia yang disutradarai Ratna dan dibintangi oleh Atiqah Hasiholan dan Christine Hakim itu menceritakan kisah hidup seorang pekerja seks komersial (PSK) yang dipenjara karena membunuh seorang menteri.Christine Hakim. TEMPO/Rully Kesuma

    Film ini diadaptasi dari sebuah karya drama berjudul Pelacur dan Sang Presiden, yang ditulis Ratna Sarumpaet setelah menerima sebuah hibah dari UNICEF untuk menelaah perdagangan anak di Indonesia dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan masalah tersebut.

    Namun di balik kasus yang menjerat Ratna, Christine mengaku masih respek dengan Ratna. "Beban psikologisnya berat, dia seperti menjadi objek dalam sebuah konspirasi," ujar Christine.

    Terlepas dari semua kontroversi tentang Ratna, Christine bersyukur Ratna dengan berani masih mau jujur dan mengatakan kebenaran di balik kasus yang menimpanya.

    Kontroversi berita bohong yang menyeret Ratna sebelumnya berawal dari kabar bahwa ia dikeroyok sejumlah orang hingga wajahnya babak belur.

    Bahkan calon presiden Prabowo Subianto dan sejumlah petinggi partai koalisi pendukung Prabowo sempat membuat pernyataan atas kasus yang menimpa Ratna. Belakangan Ratna baru mengakui jika wajahnya yang seperti babak belur itu efek operasi plastik yang ia jalani.

    Baca: Sikap Jokowi Ini Membuat Heran Christine Hakim

    "Yang penting Ratna berani menyuarakan kebenaran (bahwa kasus pengeroyokan yang menimpa Ratna Sarumpaet itu hoax), itu terpenting," ujar Christine Hakim.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.