Setan Thailand

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Karena sang suami, Chob, pemain biola, tidak kunjung pulang dari tugasnya, akhirnya Nualjan (diperankan Siraphun Wattanajinda) pergi mencarinya ke Bangkok. Ia nekat pergi dari desa meski sudah berbadan dua. Ia berangkat berbekal alamat yang ditulis dalam kertas kecil.Kisah inilah yang diceritakan Wisit Sasanatieng dalam film The Unseeable yang akan mulai ditayangkan di bioskop Indonesia pada 26 Desember mendatang. Film ini juga akan diputar di televisi kabel berlangganan Astro Kirana lewat kerja sama dengan All Asia Multimedia Network (AAMN). Karena perjalanannya sangat jauh, Nualjan terpaksa memondok sementara di sebuah vila besar. Ia diperbolehkan menginap, asalkan tidak keluar kamar pada malam hari. "Jangan pernah keluar setelah gelap," ujar seorang wanita penjaga vila yang selalu berpakaian hitam dan membawa lampu minyak. Namun, rasa penasaran mengalahkan ketakutan Nualjan akan gelapnya vila. Seting 1937 membuat penonton percaya bahwa kala itu belum ada listrik. Perempuan berwajah eksotis itu kerap kali mendekati rumah besar Madam Ranjuan (diperankan oleh Supornthip Choungrangsee), yang sebelumnya telah dilarang ke sana. "Sudah diperingatkan untuk tidak menginjakkan kaki sedikit pun (di sana)," si penjaga vila membentak Nualjan ketika mendapatinya keluar mengendap-endap.Ketegangan sudah muncul sejak awal film The Unseeable diputar. Namun, di tengah cerita, ada kesan kalau Nualjan sudah tidak konsisten dengan pencarian terhadap suaminya yang telah menghilang setahun lalu. Ia terbawa dalam investigasi cerita masyarakat sekitar kekasih gelap sang nyonya yang bukan manusia.Nualjan adalah tipe wanita yang tidak percaya hantu. Namun, pertemuannya dengan bocah perempuan yang bermain bekel di dalam kamar dan kemudian lari menghilang membuat matanya terbuka. Belum lagi suara tanah yang dicangkul tiap malam atau sepotong tangan yang selalu muncul di altar sesajen pinggir taman untuk mengambil sesaji. Tampilan kostum para pemain cukup eksotis. Dengan latar peristiwa 1937, para pemain didandani kostum tradisional yang berbau eropa. Artistiknya pun cukup meyakinkan, mulai vila tua, sejumlah bar, sampai pemutar piringan hitam milik sang nyonya. The Unseeable ini merupakan film ketiga Wisit Sasanatieng di bawah bendera Five Star Production. Sebelumnya, sineas jebolan Universitas Silapakorn, Thailand, itu telah memproduksi dua film yang diganjar berbagai penghargaan, di antaranya Tears of the Black Tiger yang meraih penghargaan Festival Film Vancouver di Kanada pada 2000 dan Citizen Dog yang masuk dalam deretan 10 besar film terbaik 2005 versi majalah Time. AGUSLIA HIDAYAHJudul : The UnseeableGenre : Horor Sutradara: Wisit Sasanatieng Pemain : Sipahun Wattanajinda, Supornthip Choungrangsee Produser : Five Star Production Co. Ltd.Penulis : Kongkait Komesiri

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.