Rhoma Irama Tanggapi Via Vallen Cover K-Pop dalam Nuansa Koplo

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Via Vallen saat menghadiri acara Shoppe Indonesia di Ayana Midplazza Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2018. TEMPO/Yatti Febri Ningsih

    Via Vallen saat menghadiri acara Shoppe Indonesia di Ayana Midplazza Jakarta, Kamis, 23 Agustus 2018. TEMPO/Yatti Febri Ningsih

    TEMPO.CO, Jakarta - Rhoma Irama angkat bicara tentang aksi Via Vallen meng-cover Ddu-du Ddu-du milik gilrband KPop Blackpink dalam balutan musik dangdut koplo. Rhoma tak masalahkan hal dalam rangka inovasi.

    Hanya saja, Rhoma Irama ingin musik dangdut memiliki indentitasnya sendiri. Itu sebabnya ia enggan memenuhi permintaan mengganti lagunya ke dalam Bahasa Inggris, saat tampil di Amerika.

    "Kalau inovasi enggak apa-apa. Cuma sorry nih, dulu waktu tampil di Amerika banyak musisi sana minta untuk di-translate ke Bahasa Inggris. saya bilang no, saya ingin dangdut punya identitas," kata Rhoma Irama di Studio 5 Emtek City, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jumat,12 Oktober 2018.

    Rhoma melanjutkan, pernah satu ketika musisi luar negeri berkunjung ke rumahnya. Dalam kunjungannya itu, ia mengaku sebagai fans Rhoma, dan menyanyikan lagu Judi.

    "Ketika berkunjung ke rumah dia bilang im one of your fans. saya tanya apa lagu favoritmu, dia nyanyiin judi. kalau ditranslate kan jadi gambling, enggak Indonesia lagi," kata Rhoma.

    Baca: Via Vallen Dilirik Berkolaborasi dengan Boyband Korea Selatan

    Terkait Via Vallen, sejauh ini Rhoma menilai pelantun lagu Sayang itu memiliki karakter suara yang khas dan berbeda dari penyanyi dangdut wanita lainnya. "Via Vallen, saya seneng sama suaranya. Karakter suaranya punya sesuatu yang different. Sangat khas, tidak sama seperti yang lain," pungkas Rhoma Irama.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.