Selasa, 11 Desember 2018

Dikabarkan Hamil, Nikita Mirzani Pilih Tutup Mulut

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nikita Mirzani. tabloidbintang.com

    Nikita Mirzani. tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar Nikita Mirzani hamil sempat diutarakan oleh pengacaranya, Fery Mahendra, di Mapolres Metro Jakarta Selatan, pekan lalu. Ferry saat itu menyebut kliennya batal datang ke acara konfrontir dengan Dipo Latief karena kondisi kesehatannya menurun akibat hamil muda.

    Saat dikonfirmasi langsung mengenai kabar bahagia kehamilannya, Nikita Mirzani tetap bungkam. Ibu dua anak itu tidak mau menjawab tegas dan meminta wartawan menunggu perubahan fisiknya jika ternyata hamil.

    "Yah tungguin aja. Nanti juga lama kelamaan keliatan perut gua ngebelendung atau enggak. Kan badan gua slim nih, pasti nanti keliatan perut gua," ujar Nikita Mirzani usai mengisi acara di Trans TV, Jl.Tendean, jakarta Selatan, Senin, 8 Oktober 2018.Artis Nikita Mirzani memberikan keterangan kepada wartawan seusai diperiksa di Polres Jakarta Selatan, 2 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Soal muntah-muntah, Nikita Mirzani menjelaskan dirinya memang tidak ingin bertemu Dipo Latief di acara konfrontir, jika dipaksa akan membuatnya muntah-muntah.

    "Iya gue muntah-muntah karena mau di-ketemuin sama Dipo. Emang enggak mau ketemu dan enggak mau acara konfrontir," kata Nikita Mirzani.

    Soal kehamilan, Nikita Mirzani kembali mengatakan wajar karena masih memiliki suami, meski pria yang menghamilinya kini sedang berseteru dengannya.

    Baca: Selain Kolor, Nikita Mirzani Dituding Gelapkan Mobil Mercedez

    "Kalau gua hamil pun bukan sama laki orang, bukan di luar nikah juga. Gua hamil pun sama suami sendiri," kata Nikita Mirzani.

    TABLOIDBINTANG. COM


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.