Sabtu, 20 Oktober 2018

Roy Kiyoshi Bantah Operasi Plastik, Cuma Rajin Perawatan

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Roy Kiyoshi. Tabloidbintang.com

    Roy Kiyoshi. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Roy Kiyoshi baru-baru ini dinominasikan sebagai artis terpopuler juga pasangan TV terpopuler bersama Robby Purbadalam ajang Indonesia Television Awards (ITA) 2018. Nama Roy Kiyoshi di jagat hiburan memang makin populer sejak menjadi pemandu acara Karma bersama Robby Purba.

    Sayangnya, seiring dengan popularitasnya, isu miring pun kerap mengahmpiri Roy. Salah satunya isu bahwa Roy Kiyoshi telah mengubah wajahnya lewat operasi plastik.

    Terkait isu tersebut, Roy Kiyoshi dengan tegas membantah. “Ini lebih ke perawatan. Saya perfeksionis orangnya, saya melakukan perawatan,”ujarnya pekan lalu.

    Melakukannya pun tidak sampai ke luar negeri. Saat ini, kata Roy Kiyoshi,  sudah banyak klinik-klinik kecantikan berlisensi yang bisa melakukan gabungan botoks, filler, dan tanam benang dengan aman.Roy Kiyoshi. Tabloidbintang.com

    Soal gigi kelinci, Roy KIyoshi tidak menanggapi. Hanya menegaskan bahwa apa pun yang dilakukan dari ujung rambut hingga ujung kaki semuanya masih dalam batas perawatan yang wajar dan dilakukan juga oleh selebriti lainnya.

    Selain wajah, Roy juga rajin menjaga tubuhnya. "Karena jam kerja saya kan panjang. Jadi harus seimbang antara perawatan wajah dan kesehatan tubuh,” kata Roy Kiyoshi.

    Baca: Ingat, Roy Kiyoshi Lebih Suka Dipanggil Dede daripada Koko

    Sebagai pria yang perfeksionis, Roy Kiyoshi juga amat peduli dengan penampilannya secara keseluruhan. "Baju apa yang harus saya pakai, bagaimana gaya rambut saya, bagaimana saya harus bicara, bersikap, semuanya buat saya harus rapi," ujarnya.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.