Selasa, 11 Desember 2018

Nicholas Saputra Beberkan Keistimewaan Film Aruna dan Lidahnya

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nicholas Saputra (tengah) saat jumpa media tentang film Aruna & Lidahnya bersama produser Meiske Taurisia (kiri) dan sutradara Edwin (kanan) di Cinema XXI Denpasar, Selasa, 2 Oktober 2018. (TEMPO/BRAM SETIAWAN)

    Nicholas Saputra (tengah) saat jumpa media tentang film Aruna & Lidahnya bersama produser Meiske Taurisia (kiri) dan sutradara Edwin (kanan) di Cinema XXI Denpasar, Selasa, 2 Oktober 2018. (TEMPO/BRAM SETIAWAN)

    TEMPO.CO, Denpasar -Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo berperan sebagai sahabat dalam film Aruna dan Lidahnya. Nicholas pun menuturkan perbedaan peran mereka berdua itu dibandingkan dengan film sebelumnya, Ada Apa dengan Cinta?

    "Pendekatan dinamika berbeda, proses itu tidak menjadi susah atau gampang," kata Nicholas saat jumpa media film 'Aruna & Lidahnya' di Cinema XXI Level 21, Denpasar, Selasa, 2 Oktober 2018.

    Film Aruna dan Lidahnya yang diproduksi oleh Palari Films berdurasi 1 jam 46 menit. Nicholas berperan sebagai Bono seorang juru masak yang ikut menemani sahabatnya, Aruna (Dian Sastrowardoyo) saat bekerja mengunjungi beberapa kota. Film tersebut diangkat dari novel berjudul serupa karya Laksmi Pamuntjak.Dari kiri: Pemeran film Aruna dan Lidahnya Dian Sastro, Hannah Al Rashid, dan Nicholas Saputra dalam konferensi pers film Aruna dan Lidahnya di Jakarta, Kamis, 31 Mei 2018. Dian Sastro berperan sebagai Aruna, dan Hannah sebagai Nad. TEMPO/Nurdiansah

    Menurut Nicholas film tersebut menawarkan script atau naskah yang dinamis. "Dialog yang sangat natural sehari-hari, tapi juga menyentuh banyak orang," ujarnya. Ihwal tersebut yang membuat Nicholas kepincut memerankan Bono dalam film Aruna dan Lidahnya.

    "Script yang ditawarkan bagus. Script itu kitab saya mencari bentuk untuk mengeksekusi dialog untuk konsep karakter," tutur Nicholas Saputra

    Melengkapi penuturan Nicholas Saputra, sutradara Edwin mengatakan, film Aruna dan Lidahnya bisa menjalin kedekatan dengan kehidupan sehari-hari. "Penonton terasa dekat dengan karakter (film), dikemas lucu juga," tuturnya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.