Minggu, 16 Desember 2018

Taiwan Gelar Nuit Blanche Ketiga, Usung Konsep Upside Down City

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seniman Teyu Wang (kiri) dan Kurator Phebea Shen (kanan) di dalam instalasi balon udara di salah satu toko buku Indi di Taipei, Taiwan, Jumat, 4 Oktober 2018. (Martha Warta Silaban/ TEMPO)

    Seniman Teyu Wang (kiri) dan Kurator Phebea Shen (kanan) di dalam instalasi balon udara di salah satu toko buku Indi di Taipei, Taiwan, Jumat, 4 Oktober 2018. (Martha Warta Silaban/ TEMPO)

    TEMPO.CO, Taipei - Taiwan menggelar Nuit Blanche ketiga di kota Taipei. Pesta seni ini digelar mulai Sabtu, 6 Oktober 2018 pukul 18.00, hingga Minggu, 7 Oktober 2018, pukul 06.00 waktu setempat .

    Direktur Seni Nuit Blanche, Sean C.S. Hu mengatakan acara yang mengangkat konsep "Upside Down City" ini akan melibatkan 500 seniman dari dalam dan luar Taiwan, seperti Prancis, Kanada, Filipina, dan Indonesia. Tak kurang dari 43 instalasi dan 70 pertunjukan akan disuguhkan sepanjang malam tersebut.

    "Diperkirakan 200 ribu sampai 400 ribu pengunjung akan hadir malam itu," kata Sean kepada wartawan di Spot Gallery, Taipei, 2018, Kamis sore, 4 Oktober 2018. Para pengunjung berasal dari anak-anak hingga lanjut usia.

    Adapun Nuit Blanche yang berarti malam putih adalah malam yang menunjukkan kepada masyarakat bahwa acara seni berlangsung tanpa henti hingga pagi hari. Acara ini sekaligus mengajak masyarakat untuk mengenal seni kontemporer.Direktur Seni Nuit Blanche, Sean C.S Hu menyampaikan program Nuit Blanche ketiga di kota Taipei, Taiwan, 4 Oktober 2018. Martha Warta Silaban/TEMPO

    Saat ini ada 30 negara yang menyelenggarakan Nuit Blanche. Di Asia, selain Taiwan, Jepang dan Singapura juga mengelar Nuit Blanche. Hanya saja,  acara Nuit Blanche di Kyoto, Jepang, diadakan pada 5 Oktober 2018 atau sehari lebih cepat dari konsep Nuit Blanche,  yakni pesta seni yang semestinya digelar pada akhir pekan pertama Oktober setiap tahunnya.

    Nuit Blanche awalnya berasal dari Paris Prancis. Acara tersebut digelar pertama kali pada 2002. Menyusul kemudian negara- negara lainnya di berbagai belahan dunia. Menurut Sean, di Paris acara ini bisa dikunjungi hingga 1 juta orang.

    Komisioner Departemen Budaya dan Kota Taipei Taiwan, Chung Yung Feng di kantornya mengatakan Nuit Blanche ketiga ini diperkenalkan kepada turis melalui agen travel dan hotel. Sehingga pada hari H, mereka akan datang ke acara tersebut.

    Baca: Wisata Halal, 200 Hotel dan Restoran Taiwan Bersertifikat Halal

    Nuit Blanche menjadi salah satu program yang dananya juga berasal dari pemerintah, didukung oleh pihak swasta dan sejumlah yayasan di Taiwan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".