Selasa, 11 Desember 2018

Main Film Asih, Darius Sinathrya Kesulitan Belajar Azan

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Darius Sinathrya. dok. TEMPO/Agung Pambudhy

    Darius Sinathrya. dok. TEMPO/Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, JakartaDarius Sinathrya kembali bermain dalam film horor yang berjudul "Asih". Menariknya, di sini dia berperan sebagai orang Sunda dan harus bisa azan. Pria kelahiran Swiss ini, baru pertama kalinya bermain sebagai orang Sunda. Meski demikian, sang sutradara, Awi Suryadi tidak mewajibkannya agar fasih berbahasa Sunda.

    "Awi bilang enggak usah terlalu dalam. Artinya bermain dengan logat saja. Cengkok-cengkoknya aja yang harus dipertahankan," ujar Darius saat berbincang usai pemutaran perdana film "Asih" di Jakarta, Rabu.

    Bagi suami Donna Agnesia itu, lebih susah belajar azan ketimbang bahasa Sunda. Sebab, pelafalannya tidak boleh salah sedikit pun. "Aku belajar azan, latihannya on the spot pas syuting. Aku belajar dari Aad (panggilan Alex Abbad). Aku belajar dari Aad, dia yang ngeguide lafalnya. Yang susah itu bagian saat azan tapi adegannya sedih, padahal kan azan itu harus lantang," papar ayah tiga anak itu.

    "Lebih sulit belajar azan (daripada bahasa Sunda) sih karena enggak boleh salah," lanjut dia.

    Baca: Darius Sinathrya Ciptakan Lagu untuk Anak

    Darius mengaku tidak terlalu merasa kesulitan selama syuting. Tantangannya adalah bagaimana cara meredam ego untuk bisa berakting sederhana namun tetap menampilkan karakter yang dalam.

    "Karakternya sangat sederhana jadi harus meredam ego. Tapi ini film horor jadi butuh intensitas tinggi," tutup Darius Sinathrya.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Peringkat Indonesia dalam Indeks Persepsi Korupsi 1995 - 2017

    Sejak kehadiran KPK pada 2002, skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia hingga 2017 menanjak 18 poin yang berarti ada di peringkat 96 dari 180 negara.