Senin, 10 Desember 2018

Glenn Fredly Sumbang Rp 100 Juta untuk Korban Gempa Palu

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Glenn Fredly. Tabloidbintang.com

    Glenn Fredly. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Penyanyi Glenn Fredly baru saja menggelar konser bertajuk Tanda Mata untuk Yovie Widianto di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Minggu malam, 30 September 2018.

    Konser tersebut, menurut Glenn sekaligus simbol untuk solidaritas korban gempa Donggala dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

    "Konser Tanda Mata malam ini memakai pita hitam solidaritas dukungan doa bagi saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah," kata Glenn di sela konser.

    Sebelum konser dimulai pada pukul 20.00 WIB, penonton diajak untuk mengambil waktu sejenak untuk berdoa bagi korban bencana gempa Palu.enyanyi Glenn Fredly (tengah) menutup konser "Tanda Mata untuk Yovie Widianto" yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Minggu malam (30/9) dengan lagu "Kasih Putih." ANTARA/Arindra Meodia

    Sebagai bukti solidaritas, Glenn Fredly juga menyumbangkan Rp100 juta dari hasil penjualan tiket konser kepada korban gempa dan tsunami Palu.

    "Konser malam ini semacam simbol untuk solidaritas saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah," ujar Glenn dalam temu media usai konser  di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Minggu malam, 30 September 2018.

    Glenn juga mengungkapkan rencananya menyelenggarakan konser peduli Palu pada 5 Oktober mendatang di Kemang, Jakarta Selatan. "Banyak musisi yang akan tampil sebagai bentuk kepedulian kita bersama," ujar Glenn.

    Konser Tanda Mata merupakan konser Glenn Fredly untuk mengapresiasi musisi-musisi Indonesia. Mulai dari Ruth Sahanya pada 2016, kemudian band Slank pada 2017.

    Baca: Glenn Fredly Gelar Konser, Begini Pujian Aura Kasih

    Tahun ini, konser Tanda Mata Menghadirkan lagu-lagu ciptaan Yovie Widianto. Selain Glenn Fredly, konser yang berlangsung selama tiga jam tersebut menampilkan musisi-musisi lintas generasi mulai dari Grace Simon dan Harvey Malaihollo hingga Gerald Situmorang dan Eva Celia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.