Senin, 10 Desember 2018

Raffi Ahmad Bikin Label Musik Kekinian, Kumpulkan Musikus 90-an

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raffi Ahmad. Tabloidbintang.com

    Raffi Ahmad. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Raffi Ahmad bersama sang istri,  Nagita Slavina, merambah  bisnis baru di dunia hiburan. Selain produksi film, mereka membuka sebuah label rekaman bernama RANS Music.

    Tidak main-main, Raffi Ahmad menggaet musikus senior yang terkenal di era 90-an, seperti personel Element, Java Jive, Bragi, Candil, Lingua, Bunglon, Caffein, Anto Hoed, dan Alexa .

    "Bisnis ini pimpinannya Gigi (Nagita Slavina), kami ingin menyuguhkan sajian istimewa untuk para pecinta musik Tanah Air. Langkah awalnya ya malam ini musisi musisi yang pernah legend dan gua ngefans, kumpul di sini untuk seru seruan," ujar Raffi Ahmad dalam jumpa pers RANS The Legends The New Music Energy di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

    Saat ditanya bentuk kerjasama seperti apa musisi senior dengan RANS Music, Raffi Ahmad belum bersedia membeberkan. Rencananya, proyek terbarunya tersebut akan mulai dipublikasikan awal tahun depan.Raffi Ahmad bersama sederet musikus era 1990-an yang tergabung di label musik milikinya, RANS Music.Tabloidbintang.com

    "Masih rahasia, ini mau coba gue bikin label yang kekinian. Yang milenial dan legend, ada Mas Anto Hoed, ada kang Ferdi (Element). Mungkin di awal tahun depan kita akan rilis dan beritahu secara keseluruhan," terang Raffi Ahmad.

    Intinya, kata Raffi, dia berharap musik Indonesia bisa kembali menjadi idola di negerinya sendiri. Salah satu caranya adalah dengan menampilkan musisi legenda saat acara musik Tanah Air mulai hilang gaungnya.

    Baca: Ayu Ting Ting Duduk Bareng Raffi Ahmad di Pesawat, Netizen Geram

    "Musik enggak akan mati dimakan usia. Kaya Coldplay lagunya bisa dinikmati dari semua umur. Kalau sekarang acara musik kurang dan gue punya statergi baru kayak gini," kata Raffi Ahmad

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.