Tentang Perempuan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Mereka berkisah tentang pemahaman hidup. Keempat perupa itu, Arif Sulaiman, Budiyono, Olga Petikova, dan Alexandra Samkova, menuangkan gagasan dengan ragamnya masing-masing. Mereka seperti tengah mencari keharmonisan di antara perbedaan yang meliputi kehidupan mereka, terutama perbedaan budaya.Dua nama pertama adalah perupa Indonesia. Adapun Olga Petikova berasal dari Praha dan Alexandra Samkova dari Slovakia. Mereka bersama-sama memamerkan karya dalam tajuk "Adamova" di Tembi Art Gallery, Kebayoran Baru, Jakarta, 23 November hingga 3 Desember 2007.Arif Sulaiman, perupa kelahiran Magelang Jawa Tengah, dalam karyanya tampak cenderung bermain perasaan. Tengoklah karyanya berjudul Lirikan Matamu. Lukisan yang mirip dengan judul lagu dangdut ini berasal dari kisah cinta yang terkoyak. Gambar dengan latar cat merah ini memperlihatkan seekor kelinci berkepala manusia sedang menjulurkan lidah kepada sesosok wajah perempuan yang tampak genit. "Air mata saya mengalir deras sampai tengah malam ketika melukis ini," ujarnya. Ia juga memamerkan lukisan berjudul Love Song di atas permukaan kaca berbentuk kubus. Guratan cat air itu berupa sebuah kaset usang tempo dulu. Di bawah kaset tertera nama lengkapnya. Seolah itu adalah debut album solonya sendiri yang diproduksi pada 2007. Kaset itu memang berisi lagu-lagu kenangannya. Perupa Budiyono lain lagi. Ia memamerkan karya tiga dimensinya di lantai pameran. Sebanyak 20 cobek (ulekan dari batu) berwarna merah tua bergelantungan membentuk pusaran. Di bawah cobek-cobek itu juga teremper 20 piring cobek berwarna hijau terang sebagai pasangannya.Karya berjudul Spiral Moment ini bercerita tentang relasi laki-laki dan perempuan. Untuk menghasilkan kerja sama yang baik dalam hal apa pun, menurut Budiyono, laki-laki dan perempuan adalah perpaduan yang serasi. Karya lain yang mengguratkan relasi gender itu tampak pada Salome dan Harmoni. Olga Petikova menampilkan karya sablonan foto di atas jejeran permukaan enam piring, yang berangkat dari kisah pertemanan antara perupa Alexandra Samkova dan Budiyono. Setelah memfoto seluruh tubuh, Petikova kemudian memotong foto tersebut hingga bagian kaki saja yang kelihatan, selanjutnya hanya siluet mereka.Dalam kesendirian pun wanita kelahiran Praha Republik Ceko ini masih terus berkarya. Lewat jepretan foto yang diambilnya di rumah, ia mengkolaborasikan dua obyek. Seperti sebuah foto bayangan dirinya di antara dua patung yang ada dalam sebuah buku yang direntangkan. Dalam bayangannya, ia ingin menyampaikan eksistensinya. Adapun Alexandra Samkova memamerkan lukisan beraura lembut. Perupa cantik ini mempersoalkan kehidupan perempuan desa. Hal itu tergambar pada lukisan berseri berjudul Mistik Aura dalam Keseharian. Perempuan berkebaya dan berkonde kecil itu tengah menjahit kain yang berserakan di pangkuannya.Kelembutan warna menjadi senjata guratan Samkova. Sapuan warnanya membuat subyek seolah terbingkai rintik hujan. Tarikan kuas yang tidak jelas malah menciptakan suasana kabut saat senja. Uniknya lagi, di tiap pinggir panel lukisan Sakova tertancap paku-paku tak beraturan. Sebuah kelembutan berbalut ketegaran.Kurator sekaligus pengelola Tembi Art Gallery, Maudy Maria, mengatakan kolaborasi keempat seniman ini sudah direncanakan sejak lama. Penggabungan ini membuat karya masing-masing perupa tampak lebih menonjol. "Apalagi media mereka cenderung berbeda." AGUSILA HIDAYAH

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.