Senin, 22 Oktober 2018

Ada di Akun Prostitusi Online, Dinar Candy Takut Kehilangan Job

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dinar Candy. Tabloidbintang.com

    Dinar Candy. Tabloidbintang.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinar Candy menempuh jalur hukum setelah namanya dicatut untuk bisnis prostitusi oleh akun Amoy Angels. Dinar sengaja melakukan hal itu karena tak mau dirinya dianggap menjual diri.

    Dinar Candy mengaku khawatir sejumlah pekerjaannya bakal dibatalkan secara sepihak dengan adanya permasalahan ini. Khususnya pekerjaan yang mengharuskan nama baik, seperti brand ambassador.

    "Makanya ini kan Dinar sudah dikontak-kontak sama orangnya (perusahaan di mana Dinar Candy menjadi brand ambassador). Dinar cepat-cepat klarifikasi biar enggak putus kontrak,” ujar Dinar Candy di Polda Metro Jaya, Kamis, 13 September 2018.Dinar Candy sempat membuat video bersama pedangdut seksi Pamela Safitri dari Duo Serigala. Instagram.com

    Selain nama Dinar Candy, sejumlah artis ternyata dicatut namanya dan dijual dengan harga fantastis, yakni mulai Rp 60-an juta hingga Rp 200-an juta.

    “Kalau mau cari uang itu enggak usah mencatut nama-nama artis atau apa, kerja yang halal aja, enggak usah jual-jualin wanita. Yang Dinar takutin nih andai kata deal yang datang ceweknya siapa? Karena itu bukan Dinar,” kata Dinar Candy.

    Baca:
    Dinar Candy Laporkan Akun Prostitusi Online ke Polisi

    Selain Dinar Candy, Ada Artis Lain di Akun Prostitusi Online

    Dinar Candy melaporkan akun media sosial Amoy Angels dengan Pasal pencemaran nama baik melalui media elektronik, yaitu Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.