Sabtu, 20 Oktober 2018

Selain Dinar Candy, Ada Artis Lain di Akun Prostitusi Online

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dinar Candy belum memberitahukan bentuk selebrasi yang akan ia lakukan jika Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018. Instagram.com/@Dinar_candy

    Dinar Candy belum memberitahukan bentuk selebrasi yang akan ia lakukan jika Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018. Instagram.com/@Dinar_candy

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinar Candy melaporkan akun Twitter Amoy Angels lantaran namanya dicatut untuk prostitusi online. Selain Dinar Candy, sejumlah artis juga dicantumkan oleh akun tersebut.

    Yang saya tahu artis inisal ATM, PP, KP, CPT, CCT, AT, NM. Kalau DJ inisial RW, dan kini pelapor Dinar Candy," kata Hendry Indraguna selaku pengacara Dinar Candy di Polda Metro Jaya, Kamis, 13 September 2018.

    Di luar artis, akun Amoy Angels juga mencatut wanita dari profesi lain seperti pramugari dan mahasiswi. "Kami sayangkan sekali akun ini mencatut banyak artis, pramugari, dan yang lebih parah hijaber dibawa-bawa dijual," ujar Hendry Indraguna.Dinar Candy sering mengunggah kegiatannya saat mengisi acara sebagai DJ lewat akun media sosialnya. Instagram.com

    Dalam cuitannya, akun tersebut memasang nama lengkap, foto serta tarif kencan wanita tersebut. Termasuk foto dan tarif Dinar Candy.

    "Di sini jelas berapa harga dan foto-fotonya Dinar Candy. Harganya juga ada," tambah Hendry Indraguna.

    Baca: Dinar Candy Laporkan Akun Prostitusi Online ke Polisi

    Dinar Candy resmi melaporkan akun prostitusi Amoy Angels dengan Pasal 27 ayat (1) juncto pasal 45 UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. Laporannya terdaftar dengan nomor LP/4892/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 13 September 2018.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Kematian 10 Penentang Presiden Rusia Vladimir Putin

    Inilah 10 orang yang melontarkan kritik kepada Presiden Vladimir Putin, penguasa Rusia. Berkaitan atau tidak, mereka kemudian meregang nyawa.