Panggung Seribu Bunga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Solo: Ratusan seniman tradisional ataupun kontemporer dari tiga puluh kelompok kesenian berbagai daerah memeriahkan perhelatan seni yang digelar Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Solo. Mereka menggelar karya-karyanya dalam acara Panggung Seni Seribu Bunga selama sepekan mulai Minggu lalu.Menurut pelaksana tugas, Kepala TBJT Subijatno, pergelaran seni tersebut merupakan bentuk kepedulian seniman terhadap alam lingkungan yang dinilai semakin memprihatinkan. "Padahal alam dan lingkungan bagi seniman adalah salah satu sumber inspirasi dalam menciptakan karya seni," katanya saat acara pembukaan, Sabtu malam lalu.Hampir semua jenis karya seni dipertunjukkan, dari teater, musik, tari, sampai sastra, dipentaskan dalam acara ini. Beberapa seniman yang ambil bagian, di antaranya, pemusik Ully Sigar Rusadi, dalang wayang suket Slamet Gundono, penyair yang juga kiai KH Mustofa Bisri, dan Sosiawan Leak.Tampil juga kelompok seni daerah, seperti Acapella Mataraman Pardiman Jayanegoro, Kelompok Tari Sahita, Sampak Gusuran Anis Sholeh Ba'asyin, dan Teater Surakarta. Kelompok musik dari Papua, Nayak; karawitan Bali, Bramastya; dan gamelan Sunda, Harewos Bojong, juga ikut menyemarakkan acara ini.Subijatno mengatakan perhelatan yang bertema "Menyiram Bunga Menggugah Bangsa" ini dimaksudkan untuk mendorong seniman melahirkan karya yang bernuansa alam, di samping menggugah kesadaran apresiatif masyarakat terhadap seni dengan alam. IMRON ROSYID

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.