Kecantikan Venus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Di antara 30 wajah wanita berparas eksotis, ada seorang gadis yang menggenangkan air mata di pipi. Sementara yang lainnya memamerkan kecantikan berbalut kelembutan, lukisan berjudul Girl Like the Sad Earth tersebut tampak muram dengan wajah setengah hijau.Itulah salah satu lukisan paling mencolok pada pameran seni rupa bertema "Venus Rising" yang digelar Wolfgang Widmoser di Bentara Budaya Jakarta pada 21-30 November 2007. Wanita seperti bumi yang sedang berduka itu menggambarkan kesedihan sebuah planet yang kesuburannya semakin menyusut. Matanya menatap tajam dengan bibir pucat terkatup rapat. Lukisan wajah penuh ini seolah berbicara tentang ketidakadilan yang diterimanya. "Ini memang yang paling menarik di antara lukisan saya yang bertema kecantikan," ujar Wolf kepada Tempo saat pembukaan pameran. Kurator lukisan, Ipong Purnama Sidhi, pun mengutarakan hal serupa. Menurutnya, air mata di antara taburan kecantikan menjadi daya tarik tersendiri. "Tema lukisan ini lain sendiri," ujar Ipong. Perupa kelahiran Munich (Jerman), 53 tahun silam, ini menggunakan panel berukuran jumbo seluas 200 x 125 sentimeter. Namun, yang digambarnya hanya sebuah wajah dengan latar yang beragam. Teknik melukis Renaisance yang diterapkannya membuat sebuah pertarungan warna hingga menyebabkan keindahan yang memikat. Renaisance adalah teknik melukis dengan cara sapuan per sapuan atau layer by layer. Sapuan cat airnya senantiasa bertindih dari warna yang satu ke warna yang lain. Sebagian besar karya Wolf berlatar bunga dan jagat raya. Tengok, misalnya, lukisannya yang berjudul Girl with Orchids. Wajah cantik gadis Bali yang dituangnya dalam guratan cat air ini dipermanis dengan bunga-bunga anggrek ungu yang bertengger di sekitar rambut panjangnya. Wajah molek dengan sinar mata hitam bulat seperti mengajak setiap orang yang melihat untuk bercakap. "Tatapan mereka seolah membidik langsung kepada orang yang melihat lukisan itu," ujar Ipong. Beberapa lukisan perempuan cantik milik perupa yang kini menetap di Ubud, Bali, ini tampil seragam dengan latar kosmis. Lukisan bertema Girl with Green Galaxies, Girl with Planet, Girl with Five Moons, dan Girl in Clouds mengurai wajah-wajah perempuan sebagai representasi kode-kode dalam menyoal tematis kosmologi. Ia menjadikan mitologi tentang Venus, mewartakan sisi feminis tentang semesta.Lukisan-lukisan yang digarap selama setahun itu, semuanya berangkat dari model perempuan sungguhan. Contoh, lukisan berjudul Women with Rising Venus. Wanita dengan rambut kecokelatan yang tergurai di tengah tiga planet Venus yang bersinar keemasan itu adalah istri Wolf. Sorot mata Dian, mojang Cianjur yang dinikahinya, digambarkan sebagai sang dewi keindahan yang telah bangkit dalam keajaiban pentas tari kosmis.Anak sulungnya juga menjadi obyek guratan di atas kanvas. Aura, sang anak, tampil dalam sentuhan jagat raya bertema Girl with Blue Planets. Wajah bocah berumur sekitar 10 tahun ini dimahkotai manik-manik bintang dan taburan planet berwarna biru. Satu planet bulat kecil ditempatkan tepat di tengah kening si gadis berkulit cokelat ini. AGUSLIA HIDAYAH

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.