Selasa, 13 November 2018

Film Gila Lu Ndro, Mimpi Dono Warkop yang Akhirnya Terwujud

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelawak Warkop (dari kiri) Kasino, Dono, dan Indro, di Jakarta. Dok. TEMPO/Syafrial Arifin

    Pelawak Warkop (dari kiri) Kasino, Dono, dan Indro, di Jakarta. Dok. TEMPO/Syafrial Arifin

    TEMPO.CO, Jakarta - Satu lagi film yang dibintangi Indro Warkop siap tayang. Film berjudul Gila Lu Ndro, bakal hadir di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 September 2018.

    Film yang menghadirkan Tora Sudiro dan Mieke Amalia itu diputar untuk kali pertama di hadapan wartawan dan tamu undangan pada Sabtu, 8 September 2018. Perasaan bahagia membuncah di hati Indro. Bukan hanya karena hasil kerja kerasnya terbayar, tapi juga soal mimpi almarhum Dono yang akhirnya bisa dijuwudkan.

    Diceritakan Indro Warkop, almarhum Dono semasa hidup sangat mengidamkan film yang memuat banyak kritik sosial. Sayang, film semacam itu hampir mustahil dibuat di masa kejayaan Warkop DKI.

    "Kami dulu belum bikin yang seperti itu, karena kami nggak mau membebani. Dulu pasti orang takut kalau ada film seperti ini, nggak ada yang mau nonton, yang tadinya nggak mau mikir, disuruh mikir," ungkap Indro, di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan.Indro Warkop. Tabloidbintang.com

    Indro Warkop mengenang, pada masa itu dia bersama almarhum Dono dan Kasino kerap membuat rekaman dalam bentuk kaset tentang komedi-komedi satire. Tapi, tentu efeknya tidak seluas film.

    Baca: Film Gila Lu Ndro Mulai Tayang di Bioskop 13 September 2018

    "Dulu kami sering bikin kaset, kasetnya itu tematis isinya, dari awal sampai akhir. Isinya misalkan 'Dokter Masuk Desa', kami mau ngomongin kesehatan di sana. Nah kita nggak pernah bikin film seperti itu, karena dulu kan segmen film itu menengah ke bawah. Sekarang kan lebih ke anak muda," kata Indro Warkop.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?