Sabtu, 17 November 2018

Hari Kedua Soundrenaline 2018, Ada Burgerkill hingga Limp Bizkit

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sesi foto bersama Co-Organizer Soundrenaline 2018, Board of Creators dan Curators serta musisi yang akan tampil pada Soundrenaline 2018 The Soul of Expression 8-9 September di GWK Bali (Soundrenaline)

    Sesi foto bersama Co-Organizer Soundrenaline 2018, Board of Creators dan Curators serta musisi yang akan tampil pada Soundrenaline 2018 The Soul of Expression 8-9 September di GWK Bali (Soundrenaline)

    TEMPO.CO, Jakarta - Festival musik dan seni Soundrenaline 2018 memasuki hari kedua. Sederet grup band seperti Navicula, Burgerkill, Shaggy Dog hingga Limp Bizkit bakal tampil di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Minggu, 9 September 2018.

    Terbagi dalam lima panggung, Pee Wee Gaskin akan membuka kemeriahan di A Stage, Kelompok Penerbang Roket di Platinum Stage, Teddy Adithia di Slim Refined Stage, FSTVLST di Creator Stage dan Call Me A Dog di Camp Stage.

    Bintang tamu Limp Bizkit menjadi sajian pamungkas di A Stage pada pukul 23.30 WITA, setelah penampilan dari Burgerkill, Navicula dan Maliq & D'Essentials.

    Ada juga band Yogyakarta, Shaggy Dog, di Platinum Stage pada pukul 18.45 WITA, disusul Elephant Kind, Hiphop Hore dan The Sigit.Grup musik asal Yogyakarta Shaggydog beraksi pada gelaran festival musik Rock In Celebes 2015 di Celebes Convention Centre, Makassar, Sulawesi Selatan, 15 November 2015. ANTARA FOTO

    Lantunan merdu Danilla dan Endah n Rhesa akan menghibur penonton di panggung Slim Refined Stage, sedangkan Jogja Hiphop Foundation akan meramaikan panggung Creator.

    Pada gelaran hari pertama, Soundrenaline 2018 telah menampilkan ragam musisi multi-genre antara lain Mocca, Endank Soekamti, Seringai, Dialog Dini Hari, Silampukau hingga Padi Reborn.

    Nuansa Seni Soundrenaline 2018 tidak hanya menyuguhkan pertunjukan musik, namun turut menghadirkan "ruang berkreasi" di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali.

    Misalnya panggung utama A Stage di area lotus pond yang dikelilingi paparan tebing dengan panel-panel LED yang menandakan bahwa setiap aksi panggung akan semakin dramatis dengan adanya efek visual berskala besar.

    Bergerak ke bawah, tak jauh dari tangga tebing, terdapat Platinum Stage dengan tata cahaya megah. Sementara di Amphitheater, terdapat Slim Refine Stage yang memiliki tata panggung didominasi warna hitam yang memperkuat penampilan musisi.

    Ada juga warna-warni karya kreator tanah air di dua panggung Creators Stage dan Camp Stage. Creators Area ditujukan untuk memberikan ruang yang seluas-luasnya untuk para kreator berbakat mengekspresikan karya pada Soundrenaline.Band Burgerkill. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pengunjung juga dapat menemukan beberapa karya instalasi publik dari seniman-seniman tanah air, seperti Hahan dengan karyanya berupa berbagai karakter dalam bentuk susunan balok-balok yang menjulang ke atas. Juga I Made Aswino Aji beserta ketiga seniman Bali lainnya yang membuat patung penari baris raksasa dari anyaman bambu.

    "Di dalam perhelatan Soundrenaline 2018, kami menyuguhkan ragam karya terbaik yang tidak hanya musik, namun berbagai bidang seni mulai dari seni rupa hingga fotografi atau sinematografi," kata Choky dari Level7 selaku penyelenggara Soundrenaline 2018, kepada wartawan, Sabtu, 8 September 2018.

    Baca:
    Dialog Dini Hari dan Scaller Akan Berkolaborasi di Soundrenaline

    Soundrenaline 2018: Padi Reborn Ajak Penonton Bernostalgia

    Dengan hadirnya ragam karya yang dapat dinikmati secara luas, penyelenggara Soundrenaline 2018 berharap pengunjung bisa membawa pulang pengalaman festival yang berkesan dan dan menjadi sumber inspirasi dalam berekspresi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.