Reaksi Ahok Soal Pemilihan Daniel Mananta di A Man Called Ahok

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Film A Man Called Ahok. Istimewa

    Film A Man Called Ahok. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Penentapan Daniel Mananta memerankan sosok Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di film A Man Called Ahok sudah diketahui Ahok. Menurut pengarang buku yang menginspirasi film tersebut, Ahok mengatakan Daniel Mananta atau VJ Daniel sangat cocok memerankan dirinya dalam film tersebut.

    Baca: Film A Man Called Ahok Segera Dirilis, Dibintangi Daniel Mananta

    “Boleh juga dibilang mirip,” kata Rudi Valinka menirukan respons Ahok saat melihat Daniel memperagakan aktingnya.

    Film garapan sutradara Putrama Tuta dan terinspirasi dari novel karya Rudi Valinka itu akan menceritakan kisah hidup Ahok sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga ia menjadi Bupati Belitung Timur.

    Selain merestui Daniel Mananta memerankan dirinya, Ahok juga rupanya sempat berpesan agar produksi film tak berlebihan. Kepada tim pembuat film A Man Called Ahok agar jujur dalam menyampaikan kisah hidupnya. Ahok, sapaan Basuki, meminta agar tak ada yang dibuat-buat agar citranya terlihat bagus.

    Menurut penulis buku dengan judul yang sama, Rudi Valinka, hal tersebut menjadi pertimbangan Ahok setuju kisahnya diangkat ke layar lebar. "Pak Ahok dulu bilang, 'Oke boleh, cuman ya harus jujur', begitu," kata Rudi di Bioskop XXI Metropole, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 6 Februari 2018.

    Pernyataan itu disampaikan saat Rudi meminta izin kepada Ahok pada Februari 2017 lalu di Balai Kota Jakarta. Untuk mengangkat kisah hidupnya ke dalam sebuah film, Ahok mengizinkan segala hal tentang kisahnya dipaparkan, termasuk berbagai konflik yang ia alami.

    Tujuannya, agar penonton bisa mendapatkan cerita secara utuh bagaimana pribadi Ahok terbentuk hingga akhirnya menjadi seperti sekarang. "Kami apa adanya dalam membuat film ini. Pak Ahok berantem dengan orang tuanya, dengan orang sekitar, ya kami ungkap," tutur Rudi. "Kami tidak bagus-bagusin. Kami tampilkan apa adanya."

    ADAM PRIREZA | AISHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.