Selasa, 13 November 2018

5 Kolaborasi Seni akan Tampil di Soundrenaline 2018

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Isyana Sarasvati (tengah) menghibur penonton saat tampil dalam Soundrenaline 2017 di Garuda Wisnu Kencana, Bali, 9 September 2017. Sejumlah penyanyi Indonesia seperti Isyana Sarasvati, Andien, Ari Lasso dan Candil memeriahkan hari pertama ajang Soundrenaline 2017 bertajuk

    Penyanyi Isyana Sarasvati (tengah) menghibur penonton saat tampil dalam Soundrenaline 2017 di Garuda Wisnu Kencana, Bali, 9 September 2017. Sejumlah penyanyi Indonesia seperti Isyana Sarasvati, Andien, Ari Lasso dan Candil memeriahkan hari pertama ajang Soundrenaline 2017 bertajuk "United We Loud" yang dimeriahkan 70 musisi dalam dan luar negeri tersebut. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Festival musik Soundrenaline ke-16 tahun 2018 yang digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, pada 7-9 September 2018, akan menghadirkan lima kolaborasi seni.

    Ragam kolaborasi itu diciptakan dengan semangat kreatif agar setiap pengunjung Soundrenaline 2018 mendapatkan pengalaman festival yang tidak terlupakan.

    Berikut lima karya kolaborasi pada Soundrenaline 2018 yang disampaikan penyelenggara dalam keterangan pers, Rabu, 5/9.

    1. Sentuhan Seni Eko Nugroho untuk Efek Rumah Kaca.

    Kolaborasi dengan seniman lain seakan sudah menjadi identitas Efek Rumah Kaca. Kali ini ERK akan menampilkan karya seni rupa  cult icon Yogyakarta, Eko Nugroho yang mengisi elemen visual serta wardrobe di atas panggung amphitheater area.

    Detail karya Eko Nugroho yang sureal dan komikal akan membuat setiap mata terpaku selama satu jam dalam penampilan Efek Rumah Kaca di panggung itu.Konser band Efek Rumah Kaca yang bertajuk Sinestesia di Teater Besar jakarta, 13 Januari 2016. Sinestesia merupakan album baru Efek Rumah Kaca yang berisi enam lagu dengan judul war-warni pelangi. TEMPO/Frannoto

    2. Efek visual Seringai

    Fans band Seringai yang disebut Serigala Militia akan semakin meresapi karya-karya idolanya melalui efek visual di panggung. Efek viasual itu menggambarkan cerita-cerita dari seluruh lagu yang akan dibawakan Seringai.

    Band rock metal tersebut akan tampil membawakan lagu-lagu dari album baru mereka Seperti Api yang menjadi salah satu suguhan musik spesial dan menggebrak.

    3. Dialog Dini Hari dan Scaller

    Jika sebelumnya Dialog Dini Hari sudah menjajal tampil di Soundrenaline bersama musisi bergenre serupa, misalnya Endah N Rhesa, tahun ini folk trio asal Bali itu akan berkoloborasi dengan musik rock dari duo Scaller.

    Kolaborasi lintas genre serupa juga bukan hal yang pertama kali bagi Scaller. Pada Soundrenaline 2017, Stella Gareth dan Reney Karamoy berduet dengan Andien dan menghasilkan penampilan luar biasa. Kali ini penampilan Dialog Dini Hari dan Scaller diharapkan menyedot perhatian pengunjung Soundrenaline 2018.

    4. Tabuhan Magis Instalasi `Thunderdorm

     Selain suguhan musik dari line up di lima panggung Soundrenaline 2018, bakal ada aksi panggung berbeda beberapa seniman tanah air dengan memainkan instalasi musik yang diberi nama "thunderdorm".

    Thunderdorm adalah gabungan beberapa instrumen musik yang dirangkai membentuk sebuah kubah. Kolaborasi ini berambisi menyuguhkan aksi musik yang belum pernah ada sebelumnya.

    Beberapa nama besar seperti Iga Massardi, The Upstairs, Elda (Stars n Rabbit), Kimo, hingga Bam Mastro (Elephant Kind) akan bergantian dan berkolaborasi dalam "thunderdorm" pada dua hari gelaran Soundrenaline 2018.

    5. Penampilan Patung Bambu Penari Baris Raksasa

    Salah satu yang akan menjadi perbincangan di skena seni tanah air dari Soundrenaline 2018 adalah kehadirna sebuah patung raksasa "Penari Baris" yang terbuat dari anyaman bambu.

    Patung setinggi 6,5 meter dan lebar 8,5 meter tersebut merupakan karya seniman Bali, I Made Aswino Aji, berkolaborasi bersama beberapa seniman Bali lainnya.

    Patung tersebut akan menjadi salah satu masterpiece di Creators Area bersama karya instalasi lain dari beberapa seniman seperti Ardi Makki, Hahan, Erwin Windu, Cut and Rescue, dan Trotoart.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lion Air JT - 610, Kecelakaan Pesawat Nomor 100 di Indonesia

    Jatuhnya Lion Air nomor registrasi PK - LQP rute penerbangan JT - 610 merupakan kecelakaan pesawat ke-100 di Indonesia. Bagaimana dengan di dunia?