Merayakan Satu Dekade, SIPA 2018 Akan Roadshow ke Kafe dan Kampus

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mugiyono Kasido berkolaborasi dengan pemusik Jin Hi Kim dalam karya berjudul Kembali ke Alam, dalam Solo International Performing Art 2014, di Benteng Vastenburg, Solo, Kamis 11 September 2014. TEMPO/Ahmad Rafiq

    Mugiyono Kasido berkolaborasi dengan pemusik Jin Hi Kim dalam karya berjudul Kembali ke Alam, dalam Solo International Performing Art 2014, di Benteng Vastenburg, Solo, Kamis 11 September 2014. TEMPO/Ahmad Rafiq

    TEMPO.CO, Solo - Merayakan satu dekade kiprahnya sebagai pagelaran seni pertunjukan berskala internasional di Kota Solo, Solo International Performing Art (SIPA) 2018 akan diselenggarakan lebih spesial. Kali ini SIPA akan berlangsung selama lima hari berturut, 4 - 8 September, dengan jangkauan lebih luas, tidak hanya bertempat di Beteng Vastenburg Solo.

    Baca: Solo Internasional Performing Art Angkat Legenda

    “SIPA pada tahun-tahun sebelumnya hanya selama tiga hari. Kali ini, ada tambahan SIPA Goes to Café dan SIPA Goes to Campus juga sebelum acara puncak SIPA 2018 di Beteng Vastenburg,” kata Humas SIPA 2018, Henggar Ramadhana kepada Tempo pada Senin, 3 September.

    SIPA Goes to Café akan diselenggarakan pada Selasa dan Rabu, 4 - 5 September, di tiga tempat dengan dua seniman berbeda, yaitu Widya Ayu Kusumawardani dan Tutut Tuty. Widya Ayu Kusumawardani adalah penari lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo yang kerap terlibat dalam beberapa karya koreografer ternama. Sedangkan Tutut Tuty adalah koreografer, penari, dan penyanyi lulusan ISI Solo yang turut menjadi pelatih dalam Opening Asian Games 2018 karya koreografer Eko Supriyanto.

    Widya Ayu akan menampilkan karya tari hasil interpretasinya terhadap puisi Hujan di Bulan Juni (Sapardi Djoko Damono) di Waroeng Kroepoek, kafe di Jalan Dokter Radjiman No.200 Solo, pada Selasa pukul 19.00 dan di Double Decker, kafe di Jalan Ir. Soekarno Solo Baru, pada Rabu pukul 19.00.

    Adapun Tutut Tuty bersama musisi Sigit Pratama akan menampilkan karya tari Menepi Sepi, pertunjukan yang mengekspresikan rasa sepi melalui gerak lagu dan musik, di Diamond Café, Jalan Brigjen Slamet Riyadi Solo, pada Selasa pukul 19.00. “Roadshow SIPA Goes to Café ini untuk mengenalkan bahwa SIPA adalah milik masyarakat luas. Meski digelar secara sederhana di kafe-kafe, SIPA tetap maksimal dalam menyuguhkan hiburan yang indah,” kata Henggar.

    Guna merangkul kalangan muda, SIPA Goes to Campus bekerjasama dengan Komunitas Musik dan Film (KMF) FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo untuk menggelar konser musik di Auditorium UNS pada Rabu mulai pukul 18.00. Konser tersebut menampilkan sejumlah musisi indie yang sedang naik daun seperti Danilla Riyadi dan FISIP Meraung.

    “Harga tiket SIPA Goes to Campus cukup terjangkau, dari Rp 25.000 (tiket festival, presale 1) sampai Rp 55.000 (tiket VIP, on the spot),” kata Henggar. Setelah dihibur oleh rangkaian roadshow di kafe-kafe dan di kampus selama dua hari, masyarakat akan disuguhi puncak perayaan SIPA 2018 yang berlangsung selama tiga hari, 6 - 8 September, di panggung luar Beteng Vastenburg.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.