Reaksi Ahmad Dhani Soal Insiden Deklarasi #2019GantiPresiden

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Usai mengalami penolakan masa anti #2019GantiPresiden, Ahmad Dhani akan tetap lakukan demokrasi di Jawa Timur. TEMPO/Ade Jovano

    Usai mengalami penolakan masa anti #2019GantiPresiden, Ahmad Dhani akan tetap lakukan demokrasi di Jawa Timur. TEMPO/Ade Jovano

    TEMPO.CO, JakartaAhmad Dhani bersama Mulan jameela dan putrinya berencana menghadiri acara deklarasi #2019GantiPresiden yang digelar di Kota Surabaya, Ahad lalu. Namun massa kemudian mengepungnya supaya tidak bisa hadir di acara deklarasi itu. 

    Baca: Sempat Disebut Berhantu, Rumah Ahmad Dhani Terjual Rp12 Miliar

    Ahmad Dhani mengaku menghadapi hadangan massa dengan santai. Khawatir terjadi keributan, Ahmad Dhani memutuskan mengevakuasi anak dan istrinya. "Ya kemarin saya evakuasi Feea sama Mulan dulu, karena di restoran mereka sudah mulai gebrak kaca," ujar Ahmad Dhani saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 27 Agustus 2018.

    Meski digertak kerumunan massa, Ahmad Dhani mengaku tidak memberikan perlawanan apa pun ketika itu. "Ya saya diam saja. Saya orang yang sangat mengerti hukum. Saya kalau dipukul diam saja, saya tidak mau terlibat perkelahian. Kalau saya terlibat, saya juga bisa dihukum. Saya tidak akan terpancing," tutur Ahmad Dhani.

    Terkait insiden yang dialaminya, Ahmad Dhani menyesalkan langkah aparat kepolisian yang dianggapnya melakukan pembiaran.

    "Saya sangat menyayangkan pembiaran itu. Polisi sebenarnya bisa mengusir massa, tapi polisi seperti enggak berani. Padahal massa cuma berapa, sekitar 30-an. Rupanya massa ini didukung backing yang kuat, jadi polisi enggak bisa ngusir, apalagi menangkap," kata Ahmad Dhani.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.