Tanggapan Gerakan Peduli Anti Narkoba atas Hukuman Jennifer Dunn

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Jennifer Dunn bersiap menjalani sidang pembacaan vonis atas kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 25 Juni 2018. Vonis Jennifer atau Jeje itu lebih berat dari tuntutan jaksa, yakni delapan bulan penjara. TEMPO/Nurdiansah

    Artis Jennifer Dunn bersiap menjalani sidang pembacaan vonis atas kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 25 Juni 2018. Vonis Jennifer atau Jeje itu lebih berat dari tuntutan jaksa, yakni delapan bulan penjara. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, JakartaJennifer Dunn bisa bernapas lega dengan adanya vonis tingkat banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. PT DKI Jakarta memangkas hukumannya dari 4 tahun menjadi 10 bulan penjara terkait kasus penyalahgunaan narkoba. Mengacu pada vonis tersebut, dalam waktu dekat Jennifer Dunn akan menghirup udara bebas dan bisa kembali ke tengah keluarganya.

    Baca: Dapat Vonis Ringan, Jennifer Dunn Diduga Dijamin Orang Berduit

    Ketua Umum Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN), Brigjen Siswandi, tidak terlalu mempermasalahkan vonis Jennifer Dunn yang diperingan. Karena bagi pecandu narkoba, kata dia, hukuman penjara tidak akan membuat pelaku sembuh.

    "Yang memvonis tahunan itu tidak memahami undang-undang narkotika, khususnya klausul tentang korban dan pecandu. Sebagai pengamat, saya melihat korban memang harus direhabilitasi," ucap Siswandi, saat ditemui di kediamannya di bilangan Petamburan, Jakarta Barat, Kamis, 23 Agustus 2018.

    Siswandi berharap Jennifer Dunn tidak lagi menggunakan narkoba setelah kasus ini selesai. Apalagi sebelumnya Jennifer Dunn juga sempat berurusan dengan masalah narkoba. "Kalau dia pencandu berarti selama ini dia enggak sembuh. Nanti direhabilitasi lagi dan kembali lagi, enggak tahu lagi. Ayo berobat dan bertaubat," pintanya kepada Jennifer Dunn.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah KLB Partai Demokrat, Apa Kata AD/ART?

    Sejumlah kader ngotot melaksanakan KLB Partai Demokrat. Kubu AHY mengatakan bahwa pelaksanaan itu ilegal. Pasal-pasal AD/ART Partai dapat menjelaskan.