Tantangan Terbesar Produksi Film Petualangan Menangkap Petir

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Produser Film Petualangan Menangkap Petir. TEMPO/Dinda Leo Kristi

    Produser Film Petualangan Menangkap Petir. TEMPO/Dinda Leo Kristi

    TEMPO.CO Boyolali - Produser film Petualangan Menangkap Petir, Prawita, tantangan terbesar dalam memproduksi film bergenre keluarga adalah upaya meyakinkan pihak perusahaan bioskop bahwa film bermuatan edukasi untuk orang tua dan anak tetap akan laris di pasaran.

    “Saat kami datang ke pihak bioskop XXI, mereka bilang film horor masih banyak, antrenya sampai puluhan. Begitu pula film-film bertema cinta, antrenya juga puluhan,” ujar Prawita saat ditemui Tempo di Kabupaten Boyolali pada Rabu, 22 Agustus 2018.

    Baca: Ini Para Aktor Ganteng dengan Film Waralaba Hollywood Terlama

    Namun, setelah melalui proses screening, Prawita mengatakan, pihak XXI akhirnya mengakui kualitas film Petualangan Menangkap Petir besutan Kuntz Agus, sutradara yang sebelumnya menggarap film Republik Twitter (2012) dan Surga yang Tak Dirindukan (2015).

    Walhasil, XXI pun bersedia memberi ruang yang cukup besar, yakni akan diputar di hampir seluruh bioskopnya di Indonesia. “Yang jadi tantangan, kalau sepi penonton selama empat hari berturut, filmnya langsung diturunkan. Sedangkan restu dari XXI baru kami terima 1,5 bulan lalu. Jadi lumayan mepet,” kata Prawita.

    Film Petualangan Menangkap Petir diproduksi oleh Fourcolours Films. Filmnya sudah mengantongi jadwal pemutaran serentak di jaringan bioskop XXI pada 30 Agustus mendatang. Selain menggandeng sederet artis ibu kota seperti Slamet Rahardjo, Abimana Aryasatya, Arie Kriting, Darius, dan Putri Ayudya, film yang hampir sepenuhnya digarap di Kabupaten Boyolali ini melibatkan banyak warga lokal.  

    Agar film Petualangan Menangkap Petir yang mengusung misi literasi digital itu dibanjiri penonton, Prawita menambahkan, timnya kini gencar bersosialisasi di wilayah Solo Raya, terutama di sekolah-sekolah. Prawita juga akan menggelar konferensi pers di Jakarta pada Jumat, 24 Agustus.

    “Film genre keluarga berbeda dengan film horor atau film cinta yang enggak usah disosialisasikan tetap laris. Sebab, targetnya kaum muda yang selalu update informasi di media sosial,” kata Prawita.

    Demi mendukung suksesnya film Petualangan Menangkap Petir yang diharapkan bakal mendongkrak nama Boyolali, Pemerintah Kabupaten Boyolali akan menyediakan 1.000 tiket nonton gratis. "Biar warga Boyolali nanti pada berbondong-bondong menonton filmnya di Kota Solo,” kata Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Boyolali, Rita Puspitasari.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?