Lebaran Idul Adha, Eko Patrio Ditinggal Istri

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Dewan Perwaklian Rakyat fraksi Partai Amanat Nasional yang juga seorang pelawak, Eko Patrio memberikan keterangan pers seusai memenuhi panggilan Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Jakarta, 16 Desember 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    Anggota Dewan Perwaklian Rakyat fraksi Partai Amanat Nasional yang juga seorang pelawak, Eko Patrio memberikan keterangan pers seusai memenuhi panggilan Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Jakarta, 16 Desember 2016. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Lebaran Idul Adha yang jatuh pada Rabu, 22 Agustus 2018 dirasakan sangat berbeda oleh Eko Patrio. Pasalnya di momen lebaran kali ini dia ditinggal sang istri, Fiona. Dia tengah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

    Baca: Nasihat Penting Jojon Kepada Eko Patrio

    "Iya sudah seminggu istri melaksanakan ibadah haji. Alhamdulilah selalu update, sudah bisa dipanggil bu hajah nih sekarang," ucap Eko Patrio saat ditemui di bilangan Kalimalang, Jakarta Timur.

    Selama ditinggal Fiona ke Tanah Suci, Eko Patrio merangkap jadi ayah sekaligus ibu bagi anak-anaknya. Dia pun berusaha melayani semua keperluan anak-anak.

    "Sekarang saya ngemong anaklah, gantian. Dulu 2005 saya berangkat, Fiona yang ngemong anak. Dulu anak yang besar masih usia 3 tahun, anak kedua 1 tahun, yang kecil ini belum ada," tutur Eko Patrio.

    Dia bersyukur anak-anaknya sudah mulai bisa mandiri. Sehingga pekerjaannya dalam mengurusi anak-anak bisa sedikit lebih mudah.

    "Mereka mandiri banget sih. Mereka paham ibunya sedang melaksanakan ibadah haji. Ya mereka tetap sekolah, dan lain lain. Shalat Idul Adha mereka siap biarpun ngantuk. Sejak kecil memang mereka sudah diajarin mandiri," ucap Eko Patrio.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.