Akan Nikahi Anak Konglomerat, Denny Sumargo Dituding Incar Harta

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Denny Sumargo melamar kekasihnya, Dita Soedarjo di The Darmawangsa Residence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 4 Agustus 2018 (Tabloidbintang.com)

    Denny Sumargo melamar kekasihnya, Dita Soedarjo di The Darmawangsa Residence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 4 Agustus 2018 (Tabloidbintang.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar rencana pernikahan Denny Sumargo dengan Dita Soedarjo semakin tersiar. Apalagi saat publik mengetahui profil Dita. Mengetahui calon mertuanya konglomerat, Denny Sumargo cukup pasrah. Pasalnya, semula Denny tidak tahu siapa orang tua Dita. pemeran Davin dalam film laris Mata Batin introspeksi, berdoa, dan berserah diri. Beban Denny kali ini tidak ringan, apalagi di luar sana banyak yang menudingnya mengincar harta calon mertua.

    Baca: Resmi Lamaran, Denny Sumargo Rahasiakan Tanggal Pernikahan

    “(Saya tahu) di luar sana orang-orang bilang, 'Wah Denny sebenarnya cuma mau cari duitnya.'" ujar Denny Sumargo.

    Ia pun mengisahkan soal rencana orang tua Dita yang memang sempat menawarkan tempat tinggal setelah keduanya kelak resmi menikah. "Saya sebagai laki-laki berusaha bertanggung jawab dengan memboyong anak gadis orang. Saya ingin menafkahi sekuat tenaga istri dan anak-anak saya kelak. Yang jelas, saya merenovasi rumah sejak dua bulan lalu untuk menyambut kedatangan istri,” ucap Denny.

    Tak hanya itu, Denny menelan pembicaraan pihak yang menyebut hidupnya kelak anak mudah. Lantaran punya istri dan mertua kaya raya. Tak ayal, ia mengaku sakit hati. “Kadang kalau mendengar celetukan itu saya sakit hati. Saya kepikiran ibu dan membayangkan perasaannya. Kepada ibu Dita saya mengatakan, andainya hubungan ini tidak disetujui, saya tidak akan meneruskan. Saya bersyukur, reaksi ibu Dita sangat positif,” ucap Denny Sumargo.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.