Film Korea Train To Busan Akan Dibuat Sekuelnya

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Train to Busan(Shaw.sg)

    Train to Busan(Shaw.sg)

    TEMPO.CO, Jakarta -Film populer Korea Selatan Train to Busan akan dibuat sekuel terbarunya. Film yang sukses di tahun 2016 ini akan memiliki cerita selanjutnya.

    Baca: Gong Yoo Ditawari Film Kolosal Legenda Klasik Seo Bok

    Hal ini telah dikonfirmasi oleh sang Sutradara film Yeon Sang Ho. Sekuel yang akan dibuat masih bercerita tentang zombie. Menariknya, virus zombie yang akan membuat masyarakat Korea menjadi mayat hidup ini akan diperluas ke seluruh semenanjung Korea. "Kami berencana untuk mulai syuting pada paruh pertama tahun depan, " ujar Yeon Sang Ho.

    Untuk sekuel ini belum memilih aktor yang akan dimainkannya. Sebab, pihaknya masih merencanakan banyak hal untuk menampilkan aktor tersebut. "Masih belum menampilkan aktor apa pun, jadi kami masih menyiapkan banyak hal yang berbeda. Mereka menambahkan bahwa sutradara tidak berencana untuk membawa kembali aktor dari film terakhir," jelasnya.

    Film Train To Busan bercerita tentang ayah dan anak perempuannya, serta beberapa penumpang yang terjebak di kereta api yang melaju. Kereta itu juga berisi kawanan zombie.

    Berawal dari Gong Yoo yang memerankan karakter Seok Wu yang menepati janjinya kepada putri sulungnya, Kim Su-an pergi ke Busan menemui mantan istrinya.

    Ayah dan anak ini pun naik  kereta berkecepatan tinggi KTX Busan untuk mengunjungi mantan istrinya.  Bersamaan dengan itu, beberapa bagian negara  Korea Selatan tengah dilanda serangan zombie. Kereta yang awalnya steril dari zombie, akhirnya berisi kawanan makhluk menyeramkan itu. Dalam Train To Busan, bersama beberapa penumpang Gong Yoo pun berusaha untuk menyelamatkan anaknya dari kawanan zombie.

    ALLKPOP | IBTIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anwar Usman dan 8 Hakim Sidang MK dalam Gugatan Kubu Prabowo

    Mahkamah Konstitusi telah menunjuk Anwar Usman beserta 8 orang hakim untuk menangani sengketa pemilihan presiden 2019.