Rayakan Hari Kemerdekaan, Musik yang Bicarakan Nasionalisme

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suporter mengibarkan bendera Merah Putih saat atlet Indonesia mendapatkan poin dalam pertandingan turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 7 Juli 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah.

    Suporter mengibarkan bendera Merah Putih saat atlet Indonesia mendapatkan poin dalam pertandingan turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 7 Juli 2018. TEMPO/Fakhri Hermansyah.

    TEMPO.CO, Jakarta -  Tanggal 17 Agustus tahun ini, peringatan hari kemerdekaan Indonesia memasuki usia ke-73. Sejatinya banyak cara yang dilakukan untuk memperingati kemerdekaan. Para musikus misalnya, dengan kepiawaian mereka menciptakan musik dan membuat lirik, lagu bernuansa semangat merdeka, kebebasan, nasionalisme menjadi salah satu tema yang diusung dalam berkarya. Untuk memeriahkan hari jadi negara kita, berikut ini beberapa lagu bertema nasionalisme yang dihimpun Tempo:

    Baca: Hari kemerdekaan: Sineas dan Penghargaan di Festival Mancanegara

    1. Koes Plus - Nusantara I (1971)

    Lagu Nusantara I bisa dibilang yang paling populer di antara sembilan versi lagu Nusantara yang dirilis Koes Ploes. Terciptanya lagu Nusantara bisa dibilang sebagai bukti bahwa Koes Plus bukanlah antek asing, seperti tuduhan yang sempat membuat mereka mendekam dipenjara pada tahun 1965. Saat itu, mereka harus dibui setelah memainkan lagu The Beatles pada salah satu pertunjukan.

    Konser Reuni Koes Plus Live in Acoustic Exclusive Concert di Balai Kartini, Jakarta, (27/9). Band legendaris di era 1960-1980 membawakan lagu lagu hitsnya untuk memuaskan kerinduan para penggemarnya selama 2 jam. TEMPO/Nurdiansah

    Nusantara pertama kali ditulis oleh Tony Koeswoyo. Liriknya bercerita tentang kekaguman Tony terhadap alam Indonesia yang ia lihat lewat jendela pesawat saat bepergian bersama Koes Plus.

    Berikut penggalan liriknya:

    Hutannya lebat seperti/ Rambutku/
    Gunungnya tinggi seperti/ Hatiku/
    Lautnya luas seperti/ Jiwaku/ Alamnya ramah seperti/ Senyumku

    2. Keenan Nasution - Jamrud Khatulistiwa (1978)

    Lirik pada lagu "Jamrud Khatulistiwa" sebenarnya ditulis oleh Guruh Sukarno Putra, anak bungsu dari presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Ia berhasil menggambarkan keindahan negeri ini lewat pemiihan kata yang puitis tapi mudah dipahami.

    Keenan Nasution tampil dalam pentas Rockin The Law untuk menyuarakan dukungan kepada KPK di Piston Brake dikawasan Radio Dalam, Jakarta, 21 Februari 2015. Musisi rock diantaranya, Once, Ecky Lamoh, Lilo, Tony Wenas, dan Keenan Nasution memberikan dukungan kepada KPK atas terjadinya konflik dengan Polri. TEMPO/Nurdiansah

    Sang penyanyi, Keenan Nasution pun mampu mengajak pendengar lagu untuk ikut bersyukur dapat hidup di Indonesia.

    Aku bahagia/ hidup sejahtera di Khatulistiwa

    3. Gombloh - Kebyar-Kebyar (1979)

    Salah satu lagu dari Soedjarwoto Soemarsono alias Gombloh yang paling populer. Anda mungkin sering mendengar lagu ini menjelang hari kemerdekaan atau acara-acara terkait nasionalisme lainnya.

    Gombloh. dok TEMPO/Afrizal Anoda

    Dalam Kebyar-Kebyar, Gombloh mengungkapkan rasa cintanya terhadap Indonesia dengan elegan. Tanpa tenaga berlebihan, namun menyentuh secara emosional. Coba simak penggalan lirik ini: Indonesia/ merah darahku/ putih tulangku/ bersatu dalam semangatmu.

    Siapa yang tak tergugah ketika mendengarnya?

    4. God Bless - Rumah Kita (1988)

    Lebih baik di sini/ rumah kita sendiri

    Ketika banyak orang berusaha untuk mengejar pencapaian di luar negeri, God Bless berusaha menyadarkan bahwa Indonesia lah tempat kita yang sesungguhnya.

    Penampilan vokalis Achmad Albar bersama gitaris Ian Antono personil GodBless melalui lagu Panggung Sandiwara sebagai pembuka konser 5upergroup di JCC, 21 November 2017. GodBless membawakan 7 buah lagu diantaranya Panggung Sandiwara, Musisi, Bla Bla Bla, Menjilat Matahari, Cermin, Bis Kota dan Kehidupan di awal pembuka konser. TEMPO/Nurdiansah

    Lewat lagu ini, Ahmad Albar dkk mengingatkan para pendengarnya bahwa "rumput tetangga tak selalu lebih hijau". Pun, jika kenyataan mengatakan sebaliknya, Indonesia tetap menjadi tempat pulang yang terbaik.

    5. Cokelat - Bendera (2002)

    Siapa yang tidak pernah mendengar lagu ini? Lagu yang dipopulerkan oleh band Cokelat ini ditulis oleh gitaris Sheila on 7, Eross Chandra pada 2002 dan masih sering diputar hingga sekarang.

    Band Cokelat dengan formasi baru , dengan Jackline Rossy Natalia Mboeik alias "J" sebagai vokalis dan Otto sebagai penabuh Drum. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    "Bendera" menunjukkan semangat untuk membela tanah air, walau dengan kekurangan yang dimiliki masing-masing. Ini tertuang dalam liriknya: Biar saja ku tak sehebat matahari/ Tapi slaluku coba tuk menghangatkanmu/ Biar saja ku tak setegar batu karang/ Tapi slalu ku coba tuk melindungimu

    Ada musikus dan karya apalagi yang mengusung nasionalisme dalam lagunya? Ternyata bagi musikus nasionalisme bisa jadi sesuatu yang perlu dikritik. Tak melulu diagung-agungkan. Apa pasal? Setidaknya menurut lagu berikut.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?