Senin, 22 Oktober 2018

Kisah Krisdayanti, Kristina, dan Nafa Urbach Masuk Bursa Caleg

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktris dan penyanyi cantik Nafa Urbach akan memperjuangkan isu perempuan saat diusung oleh Partai NasDem menjadi caleg DPR RI di dapil Jawa Tengah 6. Foto/nafaurbach/instagram.com

    Aktris dan penyanyi cantik Nafa Urbach akan memperjuangkan isu perempuan saat diusung oleh Partai NasDem menjadi caleg DPR RI di dapil Jawa Tengah 6. Foto/nafaurbach/instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Popularitas artis masih menjadi andalan partai politik untuk mendulang suara saat pemilu. Tercatat, sudah 59 artis mendaftarkan diri menjadi calon anggota legislatif melalui beberapa partai. Ada yang mencalonkan diri kembali, ada pula wajah-wajah baru, seperti Kristina, 42 tahun, Nafa Urbach (38), dan Krisdayanti (43).

    Baca: Ashanty Kaget Krisdayanti Nyaleg, Anang Beri Dukungan

    Politik bukan dunia baru bagi Kristina, Krisdayanti, dan Nafa. Kristina langganan menghibur di acara kampanye pileg dan pilkada sejak 2004.

    “Sejak 2004, hampir di setiap perhelatan pilkada dan pileg, khususnya untuk daerah pemilihan Pemalang, saya selalu dipinang dan dibujuk untuk ikut serta sebagai calon anggota legislatif, calon bupati, calon wakil bupati. Saya tolak karena merasa belum waktunya,” ucap Kristina, yang lahir di Pemalang pada 8 Mei 1976.

    Nafa Urbach sendiri tertarik dengan politik sejak duduk di kelas 3 SMA. Namun saat itu, tawaran dari sejumlah parpol ia tolak dengan halus. “Karena waktu itu masih syuting, masih muda, masih ingin ke sana kemari,” kata Nafa.

    Tawaran kembali menghampiri Kristina dan Nafa memasuki tahun politik. Keduanya dipepet sejumlah parpol. “Ada 7 parpol yang mengajak bergabung. Tidak etis saya sebutkan satu per satu,” tutur Kristina.

    “Tawaran banyak banget. Namun saya enggak bisa mengambil tawaran-tawaran itu begitu saja. Saya harus melihat terlebih dahulu partai mana yang visi misinya sama, filosofi dan ideologi politiknya yang bagus, dan bagaimana cara kerjanya,” timpal Nafa.

    Keputusan besar akhirnya dibuat pelantun Jatuh Bangun usai berkunjung ke Pemalang bulan lalu. “Saya mendengarkan dan mencermati begitu besarnya dorongan dan harapan dari rekan-rekan pegiat seni serta warga Pemalang. Akhirnya saya putuskan dan mantapkan hati, inilah saatnya saya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Partai NasDem. Kebetulan saya punya hubungan yang baik dengan NasDem, khususnya dengan Pak Surya Paloh,” cerita janda bertubuh mungil ini.

    NasDem juga pilihan Nafa untuk menjadi pelayan masyarakat. “Di NasDem itu kekeluargaannya baik. Mereka menganggap saya bukan cuma kader tapi bagian dari keluarga,” akunya. Tidak ada mahar yang disetorkan Nafa kepada NasDem demikian sebaliknya.

    “Beberapa teman berusaha membuktikan, benar enggak, sih enggak ada mahar. Mereka coba mendaftar jadi kader NasDem dan membuktikan sendiri, enggak ada mahar sama sekali,” sambungnya. Selain Kristina dan Nafa, sederet artis lainnya menjadi bakal caleg NasDem seperti Jonathan Frizzy, Manohara, Sahrul Gunawan, Tessa Kaunang, Lucky Hakim, dan Olla Ramlan.

    Yang mengejutkan adalah pencalonan Krisdayanti melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Padahal, tahun lalu ia baru diangkat Partai Hanura sebagai Ketua DPP Bidang Pendidikan, Olahraga, Pariwisata, Kesenian, dan Kebudayaan. Keputusan Krisdayanti bergabung dengan PDIP bukan tanpa sebab. Ia menilai PDIP partai yang terus memperjuangkan ideologi negara.

    “Saya bersyukur sekali mendapat kepercayaan penuh dari PDIP untuk menggelorakan rasa cinta akan budaya nasional, agar kita siap dan terus menjadi negara yang berkebudayaan. Saya bangga dengan kesempatan ini,” ungkap Krisdayanti kepada Bintang, Selasa, 31 Juli 2018.

    Tidak ada mahar politik terkait pencalonannya ini. “Enggak ada mahar. Saya lakukan dengan ketulusan, sepenuh hati, dan sesuai panggilan jiwa,” tegas Krisdayanti yang sudah mengantongi izin suami, Raul Lemos, sebelum nyaleg.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.