Senin, 22 Oktober 2018

Lisa BlackPink Putri Thailand yang Berkarier di Jalur K-Pop

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lisa Blackpink saat menghadiri acara peluncuran merchandise resmi YG Official Shop dan kosmetik Moonshot di Shopee di Main Hal Kota Kasablanka, Jakarta Kamis, 9 Agustus 2018. TEMPO/Yatti Febri Ningsih

    Lisa Blackpink saat menghadiri acara peluncuran merchandise resmi YG Official Shop dan kosmetik Moonshot di Shopee di Main Hal Kota Kasablanka, Jakarta Kamis, 9 Agustus 2018. TEMPO/Yatti Febri Ningsih

    TEMPO.CO, JakartaBlackpink tidak hanya melejit di Korea, tapi juga populer secara internasional. Single “Ddu-du Ddu-du” yang dirilis dalam Bahasa Korea dan Inggris pada 15 Juni lalu memecahkan rekor videoklip girl band Korea yang ditonton 36 juta kali hanya dalam 24 jam. Kurang dari dua bulan, “Ddu-du Ddu-du” ditonton 239 juta kali di YouTube.

    Baca: Lisa Blackpink Akui Gugup Bertemu Fans di Indonesia

    Bersama Blackpink yang tengah naik daun, Lisa (21) menjadi personel paling menarik perhatian. Lisa merupakan personel termuda dan satu-satunya yang tidak berdarah Korea.

    Lahir dengan nama Pranpriya Manoban di Bangkok pada 27 Maret 1997, cewek yang mengubah namanya menjadi Lalisa Manoban ini mengikuti audisi yang digelar YG Entertainment pada 2010 dan menjadi satu-satunya peserta asal Thailand yang lolos. Lisa hijrah ke Korea pada usia 14 tahun. Sebagai orang asing, selama sesi latihan, Lisa kesulitan berkomunikasi.

    Akibatnya, ia sempat frustrasi. “Awalnya, saya sama sekali tidak bisa berbahasa Korea. Rasanya sangat frustrasi setiap kali ingin berkomunikasi. Saya mendapat pelajaran bahasa Korea setiap hari, selain itu teman-teman membantu saya meningkatkan kemampuan berbahasa Korea,” ungkap Lisa.

    Dalam waktu 5 tahun 6 bulan, kemampuan berbahasanya berkembang pesat. Selain mahir berbahasa Korea, Lisa BlackPink menguasai bahasa Jepang dan Inggris.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.