Rabu, 21 November 2018

16 Tahun Pernikahan, Nina Tamam Tuntut Cerai Suami

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Artis Nuraini Sukoningrum Tamam atau lebih dikenal sebagai Nina Tamam. TEMPO/Nurdiansah

    Artis Nuraini Sukoningrum Tamam atau lebih dikenal sebagai Nina Tamam. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah tangga mantan personel grup vokal Warna, Nina Tamam diketahui tengah berada di ujung perceraian. Nina Tamam diam-diam melayangkan gugatan cerai terhadap suaminya, Erikar Lebang, setelah 16 tahun menikah.

    Baca: Nina Tamam Jadi Pemandu Wisata Gratis

    Juru bicara Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Jarkasih, membenarkan kabar tersebut. Jarkasih mengungkapkan gugatan cerai ini dilayangkan pada 19 April 2018 lalu. Hingga saat ini, proses perceraian Nina Tamam masih berjalan dan sidang perceraian akan dilanjutkan pada 30 Agustus mendatang.

    "Perkara Nina Tamam itu terdaftar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan nomor 1543/Pdt/2018/Pa.JS. Dan itu didaftar pada tanggal 19 April 2018," ujar Jarkasih di unggahan, Kamis, 9 Agustus 2018.

    "Sidang perkara ini sedang berjalan sampai hari ini dan sidang selanjutnya yaitu tanggal 30 bulan Agustus 2018 dengan agenda pembuktian dari pihak penggugat. Yang menggugat Nuraini Sukaningrum atau Nina Tamam dengan tergugat suaminya Erikar Lebang," lanjutnya.

    Nina Tamam rupanya melayangkan dua gugatan sekaligus yakni gugatan cerai dengan gugatan untuk hak asuh anak. "Gugatan ini akumulasi ya, gugatan cerai dan hak asuh anak. Jadi akumulasi itu adalah dua gugatan yang dijadikan satu. Diakumulasikan, cerai gugat diakumulasikan, digabung dengan hak asuh anak," pungkas Jarkasih.

    Nina Tamam dan Erikar Lebang resmi menikah pada tanggal 29 Agustus 2002. Dari hasil pernikahan itu mereka dikaruniai satu orang anak bernama Shaquille Skylar Kama.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Sisi Gelap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

    Kasus pembunuhan Jamal Khasoggi yang diduga dilakukan oleh Kerajaan Arab Saudi membuat dunia menyorot empat sisi gelap Mohammed bin Salman.