Selasa, 16 Oktober 2018

Seringai Bahas Tragedi 1965 di Album Barunya

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada tahun 2002, Arian mendirikan band di Jakarta bersama Edy Khemod. Keduanya kemudian bertemu dengan Ricky Siahaan (gitaris) dan Sammy Bramantyo (basis) dan sepakat membentuk band yang diberi nama 'Seringai'. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pada tahun 2002, Arian mendirikan band di Jakarta bersama Edy Khemod. Keduanya kemudian bertemu dengan Ricky Siahaan (gitaris) dan Sammy Bramantyo (basis) dan sepakat membentuk band yang diberi nama 'Seringai'. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Band metal Seringai baru saja merilis album barunya, Seperti Api pada 29 Juli 2018 yang lalu. Di album ini, band yang beranggotakan Arian (vokal), Ricky (gitar), Sammy (bass), dan Khemod (drum) membahas berbagai topik.

    Baca: Rilis Album Baru, Band Metal Seringai Adakan Signing Session

    Album Seperti Api memuat 12 track, mencakup satu lagu intro dan 11 lagu baru. "Berbagai tema lirik digelorakan di album ini dan lebih variatif topiknya dibandingkan album-album sebelumnya," tulis Seringai pada rilis pers yang diterima Tempo, 8 Agustus 2018.

    Penulisan lirik dikerjakan sepenuhnya oleh Arian dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Ia mengangkat topik gairah kemandirian dalam lagu Selamanya, tragedi tahun 1965 di Enam Lima, atau tentang hoaks seperti dalam Disinformasi. Lagu-lagu lainnya seperti Seteru Membinasa, A.I, Sekarang atau Nanti, Istharkult, dan Omong Kosong  juga tak lepas mengangkat isu-isu sosial, seksualitas, dan juga parodi sosial-politik.

    Pemilihan topik-topik tersebut tak sembarangan. Menurut Arian, apa yang ia angkat dalam liriknya merupakan hal yang penting untuk disampaikan ke masyarakat.

    Ia kemudian memberi contoh pemilihan topik tragedi 1965 di lagu Enam Lima. Arian melihat ada perbedaan antara apa yang dijelaskan di sekolah dengan apa yang ia temukan di buku-buku lain terkait peristiwa tersebut.

    "Kami mengalami waktu SMA, wajib menonton film G 30 S-PKI. Sampai ter-brainwash, empat jam. Tapi begitu lulus SMA dan kuliah, malah terbuka. Banyak tulisan dan buku-buku yang saat itu (Orde Baru) dilarang," ujar Arian pada acara Signing Session Album "Seperti Api" di Borneo Beerhouse, Kemang, Jakarta Selatan, 8 Agustus 2018.

    Pada kesempatan yang sama, Khemod mengungkapkan bahwa apa yang ditulis Arian tak sekadar berisi amarah dan kritik, tapi juga mencoba memberi sudut pandang lain. "Yang sudah (terjadi) nggak bisa diubah, tapi paling nggak generasi berikutnya yang dengar lagu Seringai akan jadi lebih terbuka. Nggak jadi rasis, jadi tahu tentang sejarah," katanya.

    Seperti Api merupakan album penuh ketiga Seringai yang dirilis oleh High Octane Production dalam format CD boxset. Boxset tersebut dijual terbatas sebanyak 2.000 buah dan telah terjual habis dalam sepekan sejak perilisannya. Sementara itu, CD reguler akan dijual mulai 9 Agustus 2018 melalui jaringan distribusi Demajors.

    MUHAMMAD ABI MULYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.