Ernest Prakasa Bakal Filmkan Buku Karya Istrinya

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ernest Prakasa Komentari Masalah Ge Pamungkas dan Joshua Suherman

    Ernest Prakasa Komentari Masalah Ge Pamungkas dan Joshua Suherman

    TEMPO.CO, Jakarta - Desember 2018 ini, Ernest Prakasa akan merilis film terbarunya berjudul Milly & Mamet. Film ini mengangkat kisah kehidupan tokoh dalam film AADC?, yaitu Milly dan Mamet.

    Baca: Ernest Prakasa Berharap Susah Sinyal Sesukses Cek Toko Sebelah

    Namun, belum resmi film itu dirilis, Ernest Prakasa sudah memberi bocoran untuk film yang akan digarapnya setelah Milly & Mamet. Hal ini disampaikan Ernest saat menghadiri perilisan buku yang ditulis istrinya, Meira Anastasia, yang berjudul Imperfect, Kamis, 2 Agustus 2018.

    Dalam acara jumpa penggemar dan media itu, Ernest Prakasa menuturkan buku karya istrinya tersebut yang akan dijadikannya inspirasi untuk film yang rencananya digarap pada 2019.

    Meira Anastasia, istri sutradara Ernest Prakasa, saat ditemui seusai syukuran pencapaian dua juta penonton pada hari ke-20 film Susah Sinyal rilis di bioskop, Jakarta, 9 Januari 2018. TEMPO/Nurdiansah

    "Sekadar meluruskan, ini bukan cerita tentang hidupnya Meira yang difilmkan, enggak. Tapi kita mengambil beberapa pesan atau nilai yang berdengung di buku ini," ujar Ernest Prakasa di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

    Ernest menambahkan, film itu akan berkaitan dengan body shaming, kehidupan bermasyarakat, dan segala hal yang dirasa berkaitan dengan masyarakat di era media sosial saat ini, yang terutama berkaitan dengan perempuan.

    "Jadi kami akan mengarahkan value itu dan filmnya akan mengangkat cerita sesuai dengan tagline buku ini, sebuah film tentang a journey to self acceptance," ujar Ernest Prakasa.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.