Selasa, 16 Oktober 2018

Mengenal Karya Fotografer Perang Perempuan Gerda Taro

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerda Taro. google.com

    Gerda Taro. google.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Si Rubah Merah Kecil, itulah julukan yang diberikan kepada Gerda Taro, fotografer perang wanita pertama di dunia yang dikenal dengan hasil jepretannya yang kritis, sensitif, berani dan sangat dekat dengan zona pertempuran. Taro lahir pada 1 Agustus 1910, di kota Stuttgart, Jerman. Ia lahir dengan nama Gerta Pohorylle.

    Baca: Piala Dunia 2018: Lensa Kamera Canggih Para Fotografer Olahraga

    Karier Taro sebagai seorang jurnalis foto dimulai saat ia bekerja di sebuah surat kabar Prancis,Ce Soir dan majalah Vu. Ia mulai memotret momen-momen perang sipil di Spanyol yang berlangsung pada tahun 1936-1939.

    Nama Taro semakin dikenal dan diperhitungkan saat menghasilkan foto-foto perang eksklusif nan penting bersama kekasihnya yang juga seorang fotografer bernama Robert Capa. Battle of Brunete, dan Death in The Making, Red box of the Mexican Suitcase adalah karya-karya Taro yang dikenal dunia.

    Dari banyaknya karya Gerda Taro yang terkenal, Republican militiawoman training on the beach adalah salah satu karya Taro yang berbeda, foto yang memperlihatkan seorang wanita sedang berlutut sambil memagang senjata api, ia adalah tentara wanita yang sedang berlatih menembak di sebuah pantai di kota Barcelona, Spanyol.

    Taro tidak hanya mengambil gambar suasana perang saja, tapi juga memotret orang-orang yang terlibat dalam perang seperti para tentara laki-laki dan perempuan hingga anak-anak. Ia lebih memperlihatkan sisi kemanusiaan.

    Seringnya Gerda Taro dan Robert Capa bekerja sama menghasilkan foto-foto perang membuat beberapa karya Taro dipublikasikan menggunakan nama Capa. Sala satu karya yang masih kontroversial pada saat ini adalah foto yang berjudul The Falling Soldier.

    The Falling Soldier adalah sebuah foto yang menunjukkan seorang tentara asal spanyol yang tertembak di bagian kepala. Foto tersebut diambil Capa saat ia pergi ke spanyol bersama Gerda Taro untuk meliput perang sipil di Spanyol. Pada tahun 2013, seorang jurnalis Jepang bernama Kotaro Sawaki mengklaim bahwa sebenarnya foto tersebut diambil oleh Taro, ia sudah melakukan analisis dengan menggunakan komputer. Hal tersebut masih diperdebatkan hingga sekarang.

    Taro dikenal sebagai jurnalis fotografer wanita pemberani, tidak takut mengambil gambar dengan jarak dekat saat perang. Namun, profesi ini jugalah yang berhasil merenggut nyawanya. Gerda Taro meninggal saat berusaha meliput pertempuran di Brunete, karena berada pada jarak yang terlalu dekat dengan zona perang ia tertabrak sebuah tank pada Juli 1937.

    INTERNATIONAL CENTRE OF PHOTOGRAPHY | BBC | SUHAIMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Suap Izin Meikarta

    KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka dugaan kasus suap izin proyek pembangunan Meikarta. Ini sekilas fakta kasus itu.