Rabu, 15 Agustus 2018

Pameran Koleksi Seni Istana Kepresidenan Bawa Semangat Perjuangan

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pameran Lukisan koleksi istana di Galeri Nasional, Jakarta, 1 Agustus 2016. Pameran bertajuk 17|71 Goresan Juang Kemerdekaan itu menampilkan 28 lukisan koleksi Istana. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Pameran Lukisan koleksi istana di Galeri Nasional, Jakarta, 1 Agustus 2016. Pameran bertajuk 17|71 Goresan Juang Kemerdekaan itu menampilkan 28 lukisan koleksi Istana. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Pameran koleksi Istana Kepresidenan kembali digelar menjelang peringatan 73 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Mengingat tahun ini Indonesia kebagian andil sebagai tuan rumah Asian Games di Jakarta dan Palembang, tema yang diangkat dalam pameran selaras dengan ajang empat tahunan tersebut. Tema Indonesia Semangat Dunia dinilai sebagai tema yang tepat untuk menggelorakan semangat bangsa.

    Baca: Jusuf Kalla Buka Pameran Lukisan Koleksi Istana

    Menteri Sekretaris Negara, Pratikno menuturkan, keistimewaan pameran tahun ini adalah adanya karya seni lain yang turut dipamerkan selain lukisan yakni patung dan kriya. Karya yang akan dipamerkan mulai 3 Agustus mendatang terdiri dari 45 karya dari 34 seniman Indonesia dan juga mancanegara. "Pameran ini akan menumbuhkan penghargaan menggelorakan semangat kebangsaan semangat berkreasi, kerja sama, dan kreativitas seperti semangat yang dibawa kemerdekaan dan Asian Games," ujar Pratikno, Selasa, 31 Juli 2018.

    Baca: Sindiran dan Ledekan Karikatur Mice Selama 20 Tahun

    Karya seni yang bakal dipamerkan merupakan koleksi dari 5 istana negara yakni Istana Kepresidenan Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta, dan Tampaksiring. Pratikno memaparkan sejumlah karya seni yang akan menjadi ikon utama dalam pameran tersebut yaitu patung memanah (1919). Patung tersebut biasanya dipajang di halaman depan istana negara yang menghadap ke jalan Veteran. Lalu ada lukisan memanah (1944) karya Henk Ngantung, serta lukisan karya Raden Saleh yang merupakan pemebrian Ratu Belanda kepada pemerintah Indonesia.

    Selain tiga karya seni tersebut ada beberapa karya lukis dan kriya karya para seniman Dullah, Naskah Jamin, Basoeki Abdullah, dan Harijadi S. Sementara dari mancanegara turut dipamerkan karya milik Zsiemond Kisfaludi Strobel, Walter Spies, Fernando Amorsolo, dan Yevgeny Viktorovich Vuchetich.

    Pameran koleksi Istana Kepresidenan ini digelar pertama kali pada 2016. Sejak saat itu pameran menjadi agenda tahun yang digelar menjelang hari kemerdekaan. Agenda ini digelar sebagai bentuk kerja sama beberapa kementerian di antaranya Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Ekonomi Kreatif, dan Mandiri Art. Pameran mulai dibuka untuk umum pada 3-31 Agustus 2018 di Galeri Nasional Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.