Jumat, 17 Agustus 2018

Priyanka Chopra Ditawari Beradu Akting dengan Chris Pratt

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Priyanka Chopra memberikan salam saat menghadiri People Choice Awards 2017 di Los Angeles, California, 18 Januari 2017. Jordan Strauss/Invision/AP

    Priyanka Chopra memberikan salam saat menghadiri People Choice Awards 2017 di Los Angeles, California, 18 Januari 2017. Jordan Strauss/Invision/AP

    TEMPO.CO, Jakarta -Priyanka Chopra sedang dalam pembicaraan untuk bergabung dengan film berjudul Cowboy Ninja Viking,  film diproduksi studio Universal. Kekasih Nick Jonas ini disebut akan memainkan peran utama dengan lawan main Chris Pratt.

    Baca: Priyanka Chopra Tunangan, Peran di Bharat Digantikan Katrina Kaif

    Film ini didasarkan pada cerita komik karya A.J. Lieberman dan ilustrator Riley Rossmo. Cerita komik ini diadaptasi Dan Mazeau (Wrath of the Titans) dan Ryan Engle (The Commuter). Craig Mazin menulis draf awal skenarionya dengan versi asli oleh penulis Deadpool Paul Wernick dan Everett David Reese.

    Novel ini berkisah tentang seorang pembunuh yang memanifestasikan keterampilan terberat dari tiga karakater yang berbeda. Salah satunya seorang koboi, seorang ninja, dan seorang viking.

    Film ini direncanakan tayang di bioskop pada 28 Juni 2019. Kemampuan akting dari Priyanka Chopra yang kini berusia 36 tahun ini tidak diragukan. Sebab Dia baru saja berakting di serial televisi di stasiun ABC Quantico dan yang paling baru muncul dalam drama A Kid Like Jake. Priyanka Chopra pun turut bermain dalam komedi New Line Isn't It Romantic.

    Kendati demikian belum ada pernyataan resmi bahwa Priyanka Chopra akan mengambil film ini. Sebab, Dia baru saja membatalkan perannya di film Bharat. Lantaran, Dia tengah berfokus mengenai persiapan pernikahannya dengan Nick Jonas.

    VARIETY | HOLLYWOOD REPORTER


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Jurus Rusia Membalas Sanksi AS Terkait Sergei Skripal

    Berikut 5 hal yang mungkin Rusia sebagai retaliasi atas sanksi dari AS terkait kasus serangan racun novichok kepada Sergei Skripal dan putrinya.