Putri Marino Ingin Melahirkan Secara Normal

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri Marino mengunggah fotonya saat hamil di Instagram pada 1 Juni 2018. Jika sesuai dengan prediksi, Putri Marino akan melahirkan tahun ini. Instagram.com/@Putrimarino

    Putri Marino mengunggah fotonya saat hamil di Instagram pada 1 Juni 2018. Jika sesuai dengan prediksi, Putri Marino akan melahirkan tahun ini. Instagram.com/@Putrimarino

    TEMPO.CO, JakartaPutri Marino ingin melahirkan normal. Istri dari Chicco Jerikho ini tidak ingin melahirkan anak pertamanya melalui proses operasi caesar. Alasannya, aktris berusia 25 tahun ini ingin mencontoh ibunya yang juga melahirkan secara normal.

    Baca: Video Putri Marino Kembali Beredar, Netizen Fokus ke Perutnya

    "Rencananya sih normal ya, karena aku ngeliat mama aku juga, ketiga anaknya dari aku sampai adik-adik aku juga normal gitu, jadi benar-benar kayak pengen deh kayak mama lahirannya normal," ujar Putri Marino di Epicentrum, Jakarta, Sabtu 28 Juli 2018.

    Dia pun sudah mempersiapkan dengan matang untuk proses persalinan yang normal. Salah satunya rutin mengunjungi dokter untuk memeriksa kesehatan dari bayinya. Sebab, Dia memprediksi kelahiran buah hatinya tersebut pada akhir tahun.

    "Bentar lagi lahiran, bentar lagi. Tahun ini, akhir tahun ini doain semuanya lancar. Udah ada ngobrol sama dokter," jelasnya.

    Selain itu Putri Marino merasa begitu antusias. Perasaannya bahkan mudah tersentuh lantaran tak lama lagi ia akan sampai pada fase hidup yang baru sebagai seorang ibu. "kayak suka melihat gambar-gambar baby, terus baju-baju baby juga kan sudah mulai aku kumpulkan sama Chicco. Jadi kayak tiap hari kerjaannya melihat bajunya baby, aduh enggak sabar deh dipakai," ujar Putri Marino.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?