Garap Si Doel The Movie Rano Karno Kompromikan Banyak Hal

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rano Karno, pemeran Doel dalam foto yang diambil pada 1994 (kiri) dan saat premier Si Doel The Movie di Jakarta, Jumat, 28 Juli 2018. Film ini kembali dibintangi oleh pemeran utama dalam serial terdahulu seperti Rano Karno, Cornelia Agatha, Maudy Koesnaedy, Suti Karno, Mandra dan Aminah Cendrakasih. TEMPO/Mahanizar/Nurdiansah

    Rano Karno, pemeran Doel dalam foto yang diambil pada 1994 (kiri) dan saat premier Si Doel The Movie di Jakarta, Jumat, 28 Juli 2018. Film ini kembali dibintangi oleh pemeran utama dalam serial terdahulu seperti Rano Karno, Cornelia Agatha, Maudy Koesnaedy, Suti Karno, Mandra dan Aminah Cendrakasih. TEMPO/Mahanizar/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta -Si Doel The Movie sudah rampung diproduksi. Film ini akan tayang serentak di bioskop pada 2 Agustus 2018 mendatang. Film yang dibintangi Rano Karno, Mandra, Cornelia Agatha, dan Maudy Koesnadi itu menampilkan kota Amsterdam di Belanda.

    Baca: Rano Karno Kagok Disuruh Berakting Lagi

    Rano Karno yang merupakan sutradara di film ini mengungkapkan alasan Belanda menjadi negara yang dikunjungi olehnya. Sebab, Rano yang berperan sebagai Si Doel ini ingin membantu seorang temannya.

    "Karena Sarah di Si Doel ke 6 pergi meninggalkan Doel karena nolong Zaenab. Harusnya Doel susul waktu itu, cuma kan enggak ada duit. Cuma sekarang diboongin Hans, ujar Rano Karno kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu 28 Juli 2018.

    Lanjutnya, sebagai sutradara ia harus banyak berkompromi. Sebab awalnya film ini kelebihan durasi sehingga dirinya harus rela memotong beberapa adegan.

    "Durasi film ini awalnya 2 jam 10 menit berdasarkan skenario. Setelah saya berkompromi akhirnya 1,5 jam, Saya tidak bisa bertutur banyak karena keterbatasan waktu (dalam film)," kata Rano Karno.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.