Riri Riza: Tino Saroengallo Lebih dari Sekadar Aktor

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Riri Riza saat berdiskusi di Gedung Tempo, Jakarta, 19 September 2017. TEMPO/Ratih Purnama

    Riri Riza saat berdiskusi di Gedung Tempo, Jakarta, 19 September 2017. TEMPO/Ratih Purnama

    TEMPO.CO, Jakarta - Wafatnya aktor senior Tino Saroengallo meninggalkan duka yang dalam bagi para pelaku industri perfilman Indonesia salah satunya Riri Riza. Ia sangat mengagumi sosok Tino yang selalu bisa menghadapi persoalan dengan rileks.

    Baca: Berjuang Melawan Kanker Buli, Sineas Tino Saroengallo Meninggal

    “Kita kalau ada masalah di kegiatan produksi film misalnya overbudget atau terkait kru film, kita pasti hubungin Tino. Kemampuan komunikasinya bagus dan punya kemampuan mengatasi masalah yang baik,” kata Riza saat dihubungi Tempo.co melalui sambungan telepon, Jumat, 27 Juli 2018.

    Sineas Tino Saroengallo berbicara dalam jumpa pers peluncuran Festival Film Antikorupsi (ACFFest) 2013 di Auditorium gedung KPK, Jakarta, (24/9). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menurut Riza, masyarakat perlu tahu bahwa Tino lebih dari seorang aktor dan sutradara. Karyanya bukan sebatas bermain di film sebagai aktor tetapi Tino juga menciptakan karya-karya penting.

    “Mungkin orang tahunya Tino seorang aktor saja, tapi dia lebih dari itu, ia pernah menjadi wartawan. Film-film yang dia buat juga mencakup film pendek atau dokumenter, salah satu karya dia yang penting adalah Student Movement in Indonesia: they forced them to be violent, tambah Riza.

    Film dokumenter Student Movement in Indonesia: they forced them to be violent merekam peristiwa pergerakan mahasiswa pada tahun 1998 lalu. Film berdurasi 43 menit tersebut berhasil membuat Tino Saroengallo mendapatkan penghargaan film pendek terbaik di Asia Pacific Film Festival ke 47 di Korea Selatan.

    SUHAIMAH


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.