Cara Penjurian Dikomentari Komnas Anak, Iis Dahlia Tak Peduli

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi dangdut Iis Dahlia menunjukkan cover album terbarunya berjudul The Best of Iis Dahlia dikawasan Kemang Jakarta, 19 Juli 2017.TEMPO/Nurdiansah

    Penyanyi dangdut Iis Dahlia menunjukkan cover album terbarunya berjudul The Best of Iis Dahlia dikawasan Kemang Jakarta, 19 Juli 2017.TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Cuplikan video Iis Dahlia mengkritik kontestan KDI, Waode Sofia, jadi viral. Akibatnya, Iis diserang dan dikecam netizen. Iis Dahlia dinilai merendahkan dan hanya melihat seseorang dari penampilan.

    Baca: Iis Dahlia Santai Dihujat Netizen, Sudah Kebal dengan Ancaman

    Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait, juga mengeluarkan komentar terkait masalah ini. Lantas apa tanggapan Iis Dahlia?

    "Hah Komnas Anak? Kenapa sama Komnas Anak? Enggak ada urusannya sama Komnas Anak," ujar Iis Dahlia di Studio Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, Kamis, 26 Juli 2018.

    Iis Dahlia mengatakan banyak yang menyudutkannya gara-gara tidak melihat rekaman video swcara full. Meski demikian penyanyi asal Indramayu itu mengaku santai dan tetap bekerja secara profesional.

    "Ehm... Santai saja, saya tidak akan terpengaruh kinerja saya sebagai juri di KDI hanya karena di netizen, saya berkomentar kapasitas saya sebagai juri," terang Iis Dahlia.

    Iis Dahlia menegaskan jika dirinya sekedar bekerja untuk menjalani tugasnya sebagai juri. Ia memiliki tanggung jawab pada setiap peserta.

    "Tapi poinnya adalah jangan rusak kinerja saya dan saya tidak terganggu dengan ini, satu," kata Iis Dahlia. "Saya punya visi dan misi sebagai orang dangdut saya pengen regenerasi dangdut saya nantinya anak-anak yang punya kualitas bagus, komplit sebagai seorang penyanyi," ujar Iis Dahlia.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tiga Pansel Capim KPK dan Konflik Kepentingan dengan Kepolisian

    Koalisi Kawal Calon Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi mendesak Jokowi agar menelusuri dugaan konflik kepentingan tiga anggota pansel capim KPK.