Seniman Mural Singgung Cara Anies Baswedan Bersihkan Kali Item

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seniman mural The Popo kritik Gubernur DKI Jakarta soal penanganan Kali Item melalui mural (Instagram)

    Seniman mural The Popo kritik Gubernur DKI Jakarta soal penanganan Kali Item melalui mural (Instagram)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang penyelenggaraan Asian games 2018, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan berbagai cara untuk menetralisasi bau dari Kali Sentiong atau yang karena warnanya lebih dikenal sebagai Kali Item. Kali itu mengalir hampir mengelilingi kompleks Wisma Atlet Asian Games 2018 di Kemayoran, Jakarta Pusat.

    Baca:  Polemik Kali Item

    Pemerintah provinsi DKI Jakarta memutuskan menutupi Kali Item dengan waring—jaring hitam berbahan nilon yang biasa digunakan untuk tambak ikan. Pemasangan waring sepanjang 600 meter, tutur Anies Baswedan, penting dilakukan untuk mencegah penyebaran bau tak sedap yang dapat mengganggu atlet lantaran area makan di Wisma Atlet berhadapan langsung dengan kali. 

    "Salah satu caranya adalah dengan mengurangi proses penguapan dari sungai itu adalah dengan diberi kain penutup sehingga tidak terjadi proses evaporasi (penguapan)," ujar Gubernur DKI Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, 20 Juli 2018.

    "Harapannya tidak tercium. Jadi ini bukan saja soal menutup warna sungai yang hitam, tapi juga lebih banyak pada soal aroma," jelasnya kemudian.

    Tapi rupanya upaya tersebut mengundang pro-kontra. Selain itu upaya cepat yang diambil pemerintah DKI tersebut turut disorot media asing juga mendapat respons dari beberapa pihak salah satunya seniman mural, The Popo atau Riyan Riyadi.

    Melalui akun Instagram _thepopop, Riyan menampilkan sebuah gambar Anies Baswedan mengenakan pakaian seperti pelayan rumah tangga wanita, lengkap dengan rok bercelemek. Sambil tersenyum, dia mengangkat kain penutup lantai dan mengarahkan pengki kecil yang dipegangnya ke sana. Sebuah sapu tersandar di dinding. "Black River" tulis @_thepopop mewakili gambar tersebut dalam caption.

    "saya tidak membutuhkan komentar anda semua.. Saya juga tindak membutuhkan like anda semua. Seperti kalian semua tidak membutuhkan mural saya. Yang paling membutuhkan perhatian anda semua saat ini adalah tempat tinggal anda sendiri. Anda semua sudah terlalu sibuk untuk menjadi orang yang terpuji di wilayah anda sendiri," tulisnya, Rabu 25 Juli 2018.

    Gambar yang disajikan akun _thepopop tersebut menyiratkan apa yang tengah ramai dibicarakan di Jakarta belakangan ini. Upaya yang dilakukan Pemda DKI Jakarta untuk membersihkan Kali Sentiong yang berbalapan dengan hitungan waktu. Otomatis, perhelatan yang dimulai pertengahan Agustus mendatang membuat Pemda kelimpungan untuk membereskan rangkaian aktivitas 'bebersih sungai' yang semestinya. 

    Butuh waktu lama untuk mengeruk, menjernihkan, dan menghilangkan bau busuk dari sungai yang melintas di depan permukiman atlet di Wisma Kemayoran. Apa yang dilakukan Pemda pada akhirnya dinilai beberapa pihak sebagai jalan pintas seperti yang tersirat dalam mural _thepopop.

    Hingga berita ini diturunkan, pemilik akun _thepopop belum memberikan balasan surat elektronik yang kami layangkan.

    Pemasangan jaring hitam di Kali Item merupakan langkah terbaru yang diambil Gubernur Anies Baswedan. Sebelumnya Pemda DKI juga telah memasang satu unit nano bubble dan tiga aerator di Kali Item. Selain itu juga menanam tumbuhan sepanjang pinggiran Kali Item dan Waduk Sunter Selatan. 

    TEMPO.CO | INSTAGRAM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.