Melahirkan Normal, Baby Margaretha Dapat Tiga Jahitan

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Baby Margaretha. Instagram.com

    Baby Margaretha. Instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Baby Margaretha melahirkan buah hati pertama dari hasil pernikahannya dengan Christian Bradach pada Senin, 23 Juli 2018, sekitar pukul 10.00 WIB di Rumah Sakit Graha Bunda Bandung, Jawa Barat.

    Baca: Baby Margaretha Melahirkan, Suami Sempat Ketakutan

    Tak lama usai persalinan, anak Baby Margaretha yang terlahir terlahir dengan berat 2,7 kilogram dan panjang 44 sentimeter itu diberi nama Sidney Gerhard Bradach.

    Proses persalinan Baby Margaretha sempat berlangsung dramatis. Pasalnya dia terjebak macet sekitar 1,5 jam lamanya sambil menahan rasa sakit saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Anaknya terlahir tanpa perlu bantuan dokter. Baby Margaretha menjalani proses persalinan sebelum dokternya tiba.Baby Margaretha resmi menikah dengan pria asal Australia, Christian Bradach, pada 1 April 2018, di Bandung, Jawa Barat. Pernikahan tersebut digelar tepat pada hari ulang tahun Baby Margaretha. instagram.com

    Rasa sakit dirasakan model cantik ini sejak Minggu malam, 22 Juli 2018. Dia mengira hal itu cuma sebatas kontraksi palsu namun ternyata sudah mulai bukaan.

    Diungkapkan Baby Margaretha dirinya mendapat 3 jahitan karena melahirkan anak pertama yang dilakukan secara normal.

    "Bayiku kecil jadi kemarin cuma dijahit 3 jahitan. Cuma sakitnya sudah dari semalam (minggu malam,red) cuma aku tahan aku pikir kontraksi palsu," tutur Baby Margaretha kepada Tabloidbintang.com, Selasa, 24 Juli 2018.

    Wanita asal Bandung ini merasa lega sekaligus bahagia sang anak terlahir dalam keadaan selamat. "Alhamdulillah semua bahagia, ucap syukur persalinannya lancar dan bayinya sehat," tuturnya.

    Baby Margaretha juga merasa beban di perutnya tiba-tiba menghilang setelah proses persalinan.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.