Katy Perry Buka Suara Soal Depresi Situasionalnya

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyanyi Katy Perry, memberi kata sambuta saat menghadiri acara Minnie Mouse yang mendapatkan Hollywood Walk of Fame di Los Angeles, 22 Januari 2018.REUTERS/Mario Anzuoni

    Penyanyi Katy Perry, memberi kata sambuta saat menghadiri acara Minnie Mouse yang mendapatkan Hollywood Walk of Fame di Los Angeles, 22 Januari 2018.REUTERS/Mario Anzuoni

    TEMPO.CO, Jakarta - Album terakhir yang dikeluarkan oleh penyanyi asal Amerika Serikat Katy Perry rupanya sangat mempengaruhi kehidupannya. Dilansir dari E! News, dalam halaman awal majalah Vogue Australia, bintang pop tersebut buka suara soal kekecewaan yang dia alami setelah perilisan album Witness-nya pada 2017 lalu.

    Baca: Katy Perry Siapkan 50 Ton Perlengkapan untuk  Konser di Indonesia

    Katy Perry menjelaskan betapa sakit hatinya ia saat mendapatkan banyak ulasan negatif terhadap album barunya tersebut. Kritikan tersebut pun membuatnya depresi.

    “Saya pernah mengalami depresi situasional, dan tahun lalu hati saya hancur karena, tanpa sadar, saya mengharapkan begitu banyak validitas dalam reaksi publik, dan publik tidak bereaksi seperti yang saya harapkan, dan itu menghancurkan hati saya,” ujar Perry, 33 tahun, kepada majalah mode tersebut.

    Perry melanjutkan, “Musik adalah cinta pertama saya dan saya pikir itu adalah ucapan alam semesta: ‘Baik, kamu berbicara dengan semua bahasa ini tentang mencintai-diri dan keaslian, namun, kami akan menguji anda dan mengambil segala hal yang valid. Kemudian kami akan lihat seberapa besar anda benar-benar mencintai diri sendiri,’”

    Setelah reaksi negatif terhadap Witness yang Perry dapatkan, Perry mengatakan bahwa ia mengunjungi ‘Retret Pertumbuhan Diri’ di Kalifornia. Namun, Perry tidak berlarut dalam mengasihani diri sendiri, penyanyi tersebut memilih untuk melihat situasi berat tersebut sebagai pengalaman pembelajaran. Saat ini, Perry menyatakan diri baik-baik saja.

    “Sakit hati ini, membuat saya membuka (pikiran) lebih luas, kekuatan yang lebih tinggi, dan menghubungkan saya kembali dengan ketuhanan, itu adalah keutuhan yang tidak pernah saya miliki,” ungkap Perry.

    Perry juga mengatakan bahwa sakit hatinya membuahkan pondasi baru baginya. Bukan hanya pondasi material, namun juga pondasi jiwa di dalam hidupnya.

    Ini bukanlah kali pertama Perry buka suara tentang kesehatan mentalnya. Musim panas lalu, selama live-streaming untuk mempromosikan Witness, penyanyi ‘Hot n Cold’ itu sedang berjuang dengan pikirannya sendiri untuk bunuh diri.

    “Saya menulis lagu tentang itu. Saya malu bahwa saya memiliki pikiran semacam itu, merasa renda dan tertekan. Kamu dapat (memilih untuk) menjadi benar atau dicintai. Saya hanya ingin dicintai,” lanjut Katy Perry.

    PEOPLE | EONLINE | ENTERTAINMENT TONIGHT | FARAH DIBAJ | AISHA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.