Bawakan Lagu Geisha, Momo Dirindukan Banyak Penggemar

Reporter:
Editor:

Aisha Shaidra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vokalis Geisha Momo tampil memeriahkan malam penganugrahan SCTV Music Awards 2014 di Hall D Kemayoran, Jakarta (17/4). SCTV Musik Awards 2014 merupakan ajang penghargaan bagi para insan musik di Indonesia dengan 12 Nominasi dari berbagai katagori. TEMPO/Nurdiansah

    Vokalis Geisha Momo tampil memeriahkan malam penganugrahan SCTV Music Awards 2014 di Hall D Kemayoran, Jakarta (17/4). SCTV Musik Awards 2014 merupakan ajang penghargaan bagi para insan musik di Indonesia dengan 12 Nominasi dari berbagai katagori. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Hengkangnya Momo dari band Geisha membuat banyak penggemarnya kecewa. Kabar ini bermula dari poster single terbaru Geisha, yang diunggah di Instagram @geishaindonesia, pada Kamis, 12 Juli 2018.

    Baca: Momo Geisha Tinggalkan Grup Bandnya, Ini Penjelasan Ryan D'Masiv

    Dari jajaran personel di poster tersebut, tampak posisi Momo sebagai vokalis digantikan wanita yang diketahui bernama Regina Poetiray.

    Belum lama ini, Momo terlihat kembali menyanyikan lagu dari band yang melambungkan namanya itu. Namun bukan di atas panggung, melainkan di sebuah aplikasi musik. Hal ini terlihat dalam video yang diunggah istri dari Nicola Reza Samudra ini, di akun Instagramnya, Sabtu, 14 Juli 2018.. Dalam unggahannya, pemilik nama asli Narova Morina Sinaga ini, menyanyikan lagu Geisha berjudul Jika Cinta Dia dengan penuh penghayatan.

    Di unggahan yang telah ditonton lebih dari 500 ribu kali ini, netizen membanjiri kolom komentar dengan menuliskan ungkapan kesedihan dan kerinduan atas keputusan Momo untuk hengkang dari Geisha. Bahkan tak sedikit dari mereka meminta Momo untuk kembali menjadi vokalis Geisha. "Gilaaaa. Rinduuu denger Momo nyanyiiii. Bener-bener takkan tergantikan," kata netizen.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.