Ayah Meghan Markle Yakin Putrinya Menderita setelah Menikah

Reporter:
Editor:

Nunuy Nurhayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kate Middleton serta Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, tiba di Westminster Abbey untuk memperingati 100 tahun Angkatan Udara Kerajaan (RAF) di London, Inggris, Selasa, 10 Juli 2018. REUTERS/Simon Dawson

    Kate Middleton serta Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, tiba di Westminster Abbey untuk memperingati 100 tahun Angkatan Udara Kerajaan (RAF) di London, Inggris, Selasa, 10 Juli 2018. REUTERS/Simon Dawson

    TEMPO.CO, London - Meghan Markle bak hidup dalam dongeng setelah menikahi Pangeran Harry. Namun ayah Meghan Markle, Thomas Markle, tak merasakan hal demikian. Ia yakin putrinya kini menderita karena menikahi seorang pangeran.

    Baca: Kerap Disorot Melanggar Aturan Istana, Meghan Markle Terpukul

    Dalam wawancara dengan The Sun pada Minggu, 15 Juli 2018, Thomas Markle mengatakan putrinya terlihat "ketakutan" semenjak menjadi Duchess of Sussex.

    "Saya pikir putri saya saat ini seperti terlihat ketakutan. Saya melihat dari matanya, saya melihat dari wajahnya, dan saya melihat dari senyumnya. Saya telah melihat senyumnya selama bertahun-tahun. Saya sangat tahu bagaimana senyumnya. Saya tidak menyukai senyuman yang saya lihat sekarang. Senyuman yang menyembunyikan rasa sakit," katanya.

    Thomas Markle juga mengkritik berbagai adat istiadat kerajaan yang harus dipelajari Meghan Markle, seperti soal posisi duduk dan tata cara berpakaian.Kate Middleton tampil dengan gaya feminin dalam balutan dress Jenny Packham bermotif polkadot berwarna dasar putih. Sedangkan sang adik ipar, Meghan Markle, terlihat mengenakan setelan kasual, dengan striped shirt berwarna biru putih dari Ralph Lauren yang dipadukan dengan celana potongan lebar berwarna krem. Andrew Couldridge, Pool via AP.

    "Meghan seperti hidup di film lama. Mengapa di tahun 2018, kita berpakaian seperti tahun 1930-an? Saya tidak menyalahkan (Pangeran) Harry atau siapa pun tetapi mereka mewajibkan orang lain mengikuti aturan yang tidak masuk akal bagi saya. Tuhan tahu, saya merasa kasihan kepada mereka karena tidak bisa menunjukkan emosi," kata sang Ayah.

    Keresahannya tersebut pun sudah ia tuangkan kepada menantunya, Pangeran Harry via telepon.  Meskipun Meghan Markle terlihat tidak bahagia, Thomas Markle tetap bangga terhadap sang putri.

    Ia pun sepertinya tidak ingin lagi melempar isu miring yang dapat mempermalukan Meghan Markle lagi dengan mengatakan bahwa ini mungkin akan menjadi wawancara terakhirnya. "Aku ingin ini menjadikan ini sebagai wawancara terakhir. Ini untuk kebaikannya," tutur Thomas Markle.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.